Yandex

HOT TOPIC

GeNose, Alat Deteksi Covid-19 dengan Hembusan Napas yang Mulai Diaplikasikan di Transportasi Publik

Senin, 25 Januari 2021 14:02 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Pemerintah akan menggunakan GeNose, alat deteksi Covid-19 yang dibuat oleh Universitas Gajah Mada (UGM), di Stasiun Kereta Api mulai Jumat (5/2/2021) mendatang.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan telah meninjau langsung alat deteksi Covid-19 GeNose di Stasiun Pasar Senen, pada Sabtu (23/1/2021).

Luhut menyarankan agar GeNose bisa digunakan di semua publik area yang ada di Indonesia.

"GeNose ini yang pertama di dunia dan sudah dapat izin emergency use authorization. Kita harus bangga buatan Indonesia," terang Luhut dalam siaran pers pada Sabtu (23/1/2021).

Luhut menegaskan akurasi GeNose ini sudah mencapai di atas 90 persen, dan akan semakin akurat sejalan dengan banyaknya sampel yang dites.

"Ini bukan hanya untuk Covid-19 saja, nanti akan bisa dikembangkan untuk TBC, kanker paru, dan lain sebagainya," tambah Luhut.

Baca: Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Mulai 5 Februari Akan Dilakukan di Stasiun dan Terminal

Izin Kemenkes

Alat yang dikembangkan oleh Prof. Dr. Eng Kuwat Triyana bersama timnya menjalani uji diagnostik pada Oktober 2020.

Melansir laman UGM, Sabtu (26/12/2020), Ketua Tim Pengembang GeNose Kuwat Triyatna mengatakan izin edar GeNose dari Kemenkes turun pada 24 Desember.

Menurut Kuwat, setelah izin edar diperoleh maka tim dari UGM akan melakukan penyerahan GeNose C19 hasil produksi massal batch pertama.

Produksi batch pertama sebanyak 100 unit, merupakan hasil pendaanaan dari Badan Intelijen Negara dan Kementerian Riset dan Teknologi.

Sementara itu, Direktur Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pihaknya memang benar telah memberikan izin edar dari GeNose buatan UGM tersebut.

Hanya saja, terkait apakah alat itu digunakan sebagai skrining atau hingga diagnosis, Nadia belum bisa menjawabnya secara pasti.

"Nomor izin edar sudah keluar, kalau terkait apakah GeNose ini nantinya digunakan sebagai screening ataukah diagnosis (Covid-19), itu kami belum bahas," kata Nadia.

"Dalam arti masih perlu dibahas lebih lanjut tentang penggunaannya, begitu," tambah pejabat Kemenkes yang juga didapuk sebagai Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes ini.

Cara kerja GeNose

Berbeda dengan alat deteksi Covid-19 lainnya, GeNose menggunakan embusan napas untuk penentuan infeksi Covid-19 atau tidak.

Hasil pemeriksaan alat yang menggunakan sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence) itu diklaim bisa selesai dalam waktu sekitar 80 detik.

Ketua Tim Pengembang GeNose Kuwat Triyatna mengatakan pola embusan napas seorang yang terinfeksi Covid-19 akan berbeda dengan pola embusan napas orang sehat.

Kuwat menyebut, virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh seseorang akan menghasilkan volatile organic compounds atau senyawa organik mudah menguap yang khas.

Senyawa organik mudah menguap itu juga terdapat dalam embusan napas seseorang.

Kuwat memaparkan, GeNose dilengkapi beberapa sensor yang bisa membentuk pola tertentu saat mendeteksi senyawa organik mudah menguap dari embusan napas.

Pola yang terbentuk itu bisa dibedakan berdasarkan kondisi kesehatan seseorang.

Oleh karena itu, pola yang terbentuk dari embusan napas seorang yang terinfeksi Covid-19 akan berbeda dengan pola embusan napas orang sehat.

Pola yang dihasilkan sensor tersebut dianalisis menggunakan sistem kecerdasan buatan, lalu bisa disimpulkan terinfeksi Covid-19 atau tidak.

Distribusi dan Harga

GeNose rencananya akan digunakan di simpul-simpul transportasi umum seperti di stasiun kereta api, bandara, pelabuhan dan terminal.

Pada Sabtu (23/1/2021), Menhub Budi Karya Sumadi bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyaksikan langsung penggunaan alat deteksi Covid-19 GeNose di Stasiun KA Pasar Senen.

Selain digunakan pada fasilitas transportasi, ke depannya GeNose akan digunakan di fasilitas umum lain, seperti hotel, pusat perbelanjaan, bahkan sampai di tingkat Rukun Tetangga (RT).

GeNose dibanderol dengan harga eceran tertinggi Rp 62 juta, belum termasuk pajak.

Sementara, orang yang dideteksi menggunakan alat ini akan dikenai biaya Rp 20.000.

Alat ini telah mendapatkan izin edar dari Kemenkes dan sebanyak 3.000 unit alat siap dipasarkan.

Tak Bisa Gantikan PCR

Tim Peneliti GeNose UGM, dokter Dian Kesumapramudya Nurputra membantah kabar mengenai tes GeNose akan menggantikan PCR.

Dia menegaskan, GeNose tidak akan menggantikan PCR untuk mendeteksi Covid-19.

Alat tes seberat 50 kilogram itu, nantinya akan digunakan untuk sebagai alat screening.

"Kita lebih mengutamakan memang alat ini dipakai untuk skrining. Jadi dipasang di depan, sementara kalau ketemu positif konfirmasi lah dengan PCR."

"Saya ingin juga mau meluruskan ada beberapa berita yang mengatakan alat ini akan mengganti PCR, terlalu jauh dan terlalu over-klaim untuk mengatakan seperti itu," terang dia.

Adapun GeNose lebih tepat digunakan sebagai pendamping rapid test antibodi dan rapid test antigen.

Diharapkan GeNose dapat membantu mencegah atau memutus penularan Covid-19 dengan lebih banyak menemukan orang-orang yang positif.

Sejalan dengan Dian, Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro memastikan GeNose tidak bisa menggantikan perangkat PCR dalam pengetesan Covid-19.

Bambang mengatakan alat hasil penemuan anak bangsa tersebut digunakan untuk deteksi cepat.

"Jadi tidak bersifat menggantikan diagnosis yang memang hanya bisa dilakukan dengan gold standard PCR. Jadi tidak mungkin alat lain bisa menjadi pengganti," tutur Bambang dalam

Mulai 5 Februari GeNose akan digunakan di stasiun setelah dapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan.

Alat buatan UGM ini gunakan embusan napas untuk metode penentuan.

Tingkat akurasi GeNose mencapai 97 persen dengan 3 menit waktu pemeriksaan.

Dengan harga yang lebih terjangkau, apakah efektif menggunakan alat ini untuk membantu mencegah atau memutus penularan? (*)

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: Tribun Video
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved