Yandex

TRIBUN TRAVEL UPDATE

TRIBUN TRAVEL UPDATE: Menikmati Gurihnya Lumpia Duleg Klaten

Minggu, 24 Januari 2021 19:00 WIB
TribunSolo.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Lumpia identik dengan isian daging ayam dengan dicampur bambu muda atau rebung dipadukan telur.

Namun berbeda dengan jenis lumpia asli khas Desa Gatak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten.

Lumpia di Klaten ini berisi potongan kecambah dengan campuran pati ogok ini, menjadi ciri khas Dukuh Lemburejo, Desa Gatak.

Ketua Paguyuban Lompia Duleg Mugi Langgeng, Didik Bowo Saputro mengatakan ada jalan pajang kenapa Desa Gatak terkenal dengan lumpia khas itu.

Dia menyebut, lumpia dikenal di daeranya pada awal kemerdekaan sekitar 1950.

Dia menyebut, lumpia dikenal di daeranya pada awal kemerdekaan sekitar 1950.

"Pada awalnya ini merupakan lumpia Semarang yang dibawa oleh Mbah Karto Purno ke Desa Gatak," kata kepada TribunSolo.com, Sabtu (16/1/2021).

Maka saat itu sosok Mbah Karto Purno yang mengkreasikan Lumpia Semarang di desanya agar masyarakat dapat membelinya.

"Yang dihilangkan dari lumpia Semarang adalah telur dan daging serta mengurangi penggunakan gandum dengan cara mencampurkan adonan pati onggok," tuturnya.

Didik mengatakan awalnya lumpia Duleg menjadi sebuah produk gagal karena efek dari pati onggok yang dominan sedikit asam.

Namun, Mbah Karto Purno tidak putus asa sehingga tercetus untuk membuat kuah dari gula merah dan bawang putih halus.

"Kuah ini dibuat Mbah Karto Purno untuk menyiasati rasa asam dari pati onggok," jawab Didik.

Bahkan sebelum memakai kecambah, isian lumpia Duleg ini dengan isian irisan kol dan wortel bukan rebung dan telor.

Kini lumpia Duleg menjadi ikon Dukuh Lemburejo, Desa Gatak, Delanggu, Klaten.

Bahkan di sekitar dukuh itu terdapat monumen Lompya Duleg di salah jalan kecil di dukuh itu.

Lumpia duleg ini berukuran mini, panjangnya sekitar 10 sentimeter.

Kuliner Klaten ini disajikan dengan kuah manis juroh dari gula jawa dan bawang.

Bahan baku membuat lumpia di antaranya tepung pati, serta bawang dengan isian lumpia berupa taoge.

Dikatakanm lumpia makin nikmat saat dicelupkan pada juruh dengan dasar gula jawa, bawang, serta bawang merah goreng.

"Kini pengrajin makanan legendaris ini tinggal 14 orang secara turun temurun," terang dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Sejarah Panjang Lumpia Duleg Klaten : Racikan Mbah Karto, Tak Pakai Isi Bambu Muda, Tapi Kecambah

Editor: Sigit Ariyanto
Reporter: Firdausi Rohmah Rizki Ananda
Videografer: Kharis Ardiyansah
Video Production: Kharis Ardiyansah
Sumber: TribunSolo.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved