Terkini Daerah
Protes Terdampak Proyek Tol Solo-Jogja, Warga Layangkan Surat ke Staf Kepresidenan
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang warga Sleman yang memiliki lahan di Somopuro, Jogolanan melayangkan surat kepada Staf kepresidenan deputi 1 bidang infrastruktur.
Surat ini berisi protes dirinya dengan proses mekanisme dan pengadaan tanah proyek Jalan Tol Solo-Jogja.
Saat ditemui TribunSolo.com, sang pengirim surat ke staf kepresidenan, Himawan Pambudi mengatakan mekanisme musyawarah yang diterapkan dalam Mega proyek ini dinilai merugikan pemilik tanah yang terdampak proyek tersebut.
"Kami disini mempersoalkan besaran ganti rugi dan mekanisme ganti rugi proyek Tol Solo-Jogja yang kami anggap merugikan warga yang terdampak" ucap Himawan saat ditemui awak wartawan Rabu (20/1/2021).
Himawan menyebutkan ada dua indikasi yang bisa merugikan warga.
Yang pertama yaitu besaran ganti rugi yang dinilai sangat kecil dibandingkan dengan resiko warga yang terdampak kehilangan pekerjaan, serta resiko sosial.
"Kemudian harga tanah yang saat ini melambung tinggi, yang tak terkejar dengan ganti rugi yang didapat," ujarnya.
Kemudian yang kedua yaitu mekanisme pengadaan yang dinilai mengabaikan Pasal 37 Undang-Undang Nomor 2012 tentang pengadaan tanah bagi kepentingan umum.
Himawan menekankan dalam pasal ini, harus adannya proses musyawarah dalam pengadaan tanah bagi kepentingan umum.
"Dari hasil indikasi tersebut, dikatakan musyawarah jika adannya negosiasi dan tawar menawar yang diberikan pemerintah melalui Appraisal dengan warga yang terdampak," ucap Himawan.
"Namun pada kenyataannya, yang terjadi saat ini bukan musyawarah melainkan pemberitahuan sepihak, kalau tidak setuju silahkan lanjut ke pengadilan, " tambah Himawan.
Ia mengaku telah melayangkan surat tersebut ke Staf Kepresidenan Deputi 1 melalui e-Mail baru sekali.
Meskipun begitu, dirinya klaim sudah berkomunikasi dengan staf kepresidenan deputi 2 bidang kesra, Usep Setiawan dan Abes Nego Tarigan.
"Kami harap, ada perhatian dari pemerintahan karena proyek ini banyak yang terdampak ribuan orang di Kabupaten Klaten," harap Himawan
Himawan memiliki rumah makan di Nolojayan, Somopuro, Jogonalan, Klaten yang juga terdampak pembangunan jalan tol Solo-Yogya.
Dari luas tanah sekitar 400 meter persegi, seluas 275 meter persegi diantaranya yang akan terkena dampak tol.
PPK Jalan Tol Solo-Jogja Tanggapi Protes Warga
Sementara itu, Staff PPK Jalan Tol Solo-Jogja, Kristian mengaku pihaknya belum mendapat tembusan dari pusat.
"Belum ada tembusan ke kami, belum sampai di Somopuro masih di Karanganom, ditunggu aja prosesnya saja," kata Kristian.
Lanjut Kristian menjelaskan pihaknya melakukan prosedur sesuai dengan undang-undang.
Mulai dari sosialisasi, mulai ada pengukuran pendataan, verifikasi, perbaikan data tim penilaian, pihaknya sudah lakukan
"Musyawarahkan bentuk ganti kerugian, jika sesuai Undang-undang bukan nilainya namun bentuk ganti kerugian, karena untuk nilai muklak dari KJPP sehingga sesuai prosedur dengan yang ada," jawabnya. (*)
Sumber: TribunSolo.com
Terkini Nasional
Sempat Dilaporkan Hilang! Sosok Pria Ditemukan Membusuk di Dalam Mobil di Sleman
Senin, 13 April 2026
Tribunnews Update
Identitas Mayat Tanpa Kepala yang Ditemukan saat Kerja Bakti di Kali Gamping, Ternyata Warga Godean
Senin, 13 April 2026
Terkini Daerah
Penemuan Mayat Tanpa Kepala di Kali Konteng Gamping Sleman, Polisi: Korban Alami Pikun
Minggu, 12 April 2026
Tribunnews Update
Kronologi Penemuan Mayat Pria Tanpa Kepala di Kali Konteng Gamping Sleman saat Warga Kerja Bakti
Minggu, 12 April 2026
Tribunnews Update
Perdana Mudik Jalur Darat ke Jogja, Ayu Terpukau Pemandangan Indah Sepanjang Jalan Tol
Senin, 16 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.