Sabtu, 23 Mei 2026

Undang Ketua KPU DKI Rapat Tertutup, Ahok Ingin Samakan Presepsi

Jumat, 10 Maret 2017 13:35 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjelaskan alasan tim sukses mengundang Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Sumarno, dalam sebuah pertemuan tertutup di Hotel Novotel, Gajah Mada, Jakarta Barat, Kamis (9/3/2017) kemarin.

Ahok sapaan Basuki mengatakan, dalam pertemuan tim hanya membahas seputar strategi jelang putaran dua Pilgub DKI nanti.

"Ini rapat koordinasi, rapat kerja supaya ngertilah cara kerja saksi segala macam. Semua partai semua relawan kita kumpulkan," kata Ahok kepada wartawan.

Selain Sumarno, dirinya juga mengakui mengundang Ketua Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta, Mimah Susanti.

"Kasih pengarahan juga, KPU dan Bawaslu juga," katanya.

Ahok menjelaskan, maksud dari memberi pengarahan pada tim pemenangannya.

Menurut dia, arahan yang dimaksud adalah menyamakan persepsi terkait aturan dan pelanggaran-pelanggaran di putaran dua Pilgub DKI nanti.

"Supaya sama. Kita mesti samakan persepsi dong. Contoh KPU kalau orang datang sampai jam 1 udah daftar boleh milih enggak? Boleh. Jadi TPS itu bukan ditutup, perhitungan suara itu jam 1, bukan," kata Ahok.

Tonton juga:

Ibu dan Anak Kompak Jadi Copet, Tutupi Aksinya Pakai Baju, Lihat Videonya

Gila! Pengemudi Ini Nekat Seberangi Sungai Penuh Buaya, yang Terjadi Selanjutnya Mendebarkan

"Terus contoh, kalau di situ suara melonjak, salah itung, orang yang mau milih begitu banyak. Suaranya habis pendaftar sebelum jam 1, KPU boleh enggak minjam dari TPS yang lain, boleh," tambahnya.

Mantan Bupati Belitung Timur ini pun mengklaim dalam pertemuan timnya juga akan menyamakan persepsi terkait aturan waktu bagi pemilih.

Dia berharap, tidak ada lagi warga yang kehilangan hak suaranya di putaran dua nanti.

"Nah nanti kita mau samakan persepsi KPU dan Bawaslu. Dimana ada sejarahnya jam 1 enggak boleh milih. Dia udah datang kita menghilangkan hak pilih orang lucu aja," kata Ahok. (*)

Editor: Cornelia Putri Indriastuti
Reporter: Wahyu Aji
Video Production: Cornelia Putri Indriastuti
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved