Yandex

Terkini Nasional

Antisipasi Penjarahan, Polri Perintahkan 4 Polres Turun Tangan Kawal Distribusi Bantuan di Sulbar

Senin, 18 Januari 2021 18:52 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Kepolisian RI turun tangan terkait kasus penjarahan bantuan logistik untuk korban gempa di Mamuju, Sulawesi Barat, beberapa waktu lalu.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan menyampaikan Polda Sulawesi Barat telah meminta 4 Polres untuk mengamankan pendistribusian logistik bantuan bencana ke depannya.

"Kapolda Sulbar sudah memerintahkan 4 polres yaitu Polres Polman, Polres Majene, Polres Pasang kayu dan Polres Mamuju Tengah untuk mengamankan dan mengawal pendistribusian bantuan logistik dan bantuan kemanusiaan lainnya," kata Ahmad saat dikonfirmasi, Senin (18/1/2021).

Lebih lanjut, ia menuturkan pengamanan itu bertujuan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Sebaliknya, bantuan nantinya dapat distribusikan secara teratur.

"Hal itu untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan aman sehingga distribusi lancar dan aman tiba di Mamuju," pungkasnya.

Sebelumnya, viral video memperlihatkan warga menjarah mobil logistik gempa Majene

Beberapa warga mengadang truk bantuan untuk warga terdampak gempa di Mamuju viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 30 detik tersebut, truk tronton besar dihentikan warga saat hendak menuju posko.

Warga yang menghalangi truk langsung melakukan penyerobotan bahan makanan.

Mereka langsung mengambil mi instan, gula, beras, dan bantuan makanan lain.

Viralnya video penjarahan tersebut membuat petugas dan penyalur bantuan was-was.

Donatur yang hendak berangkat memberikan bantuan sempat menunda keberangkatan karena khawatir akan penjarahan tersebut.

BNPB kemudian mengatakan jika polisi langsung bertindak cepat.

Warga maupun instansi swasta yang akan menyalurkan bantuan logistik kepada korban gempa di Sulawesi Barat diimbau untuk melapor ke Polres terdekat.

"Untuk penjarahan berdasarkan informasi yang kami dapatkan ini memang sempat terjadi. Namun saat ini lagi tengah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian setempat," kata Kapusdatinkom BNPB Raditya Jati dalam konferensi pers di BNPB, Sabtu (16/1/2021). (*)

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Igman Ibrahim
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved