Yandex

HOT TOPIC

Kedekatan Komjen Listyo dan Jokowi Tuai Sorotan, Sejumlah Pihak Minta Tak Ada Politik Kepentingan

Sabtu, 16 Januari 2021 14:28 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Jokowi telah mengajukan nama Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri sebagaimana surat presiden (Surpres) yang dilayangkan kepada DPR pada Rabu (13/1/2021).

Setelah menerima surpres, DPR selanjutnya memproses  calon Kapolri usulan Presiden sesuai UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia ( Polri).

Sebelum Jokowi menjatuhkan pilihan kepada Listyo, setidaknya ada empat nama calon Kapolri lainnya yang sudah dikantongi Jokowi.

Keempatnya adalah Komjen Pol Gatot Eddy Pramono dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafly Amar.

Ada pula nama Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto dan Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Pol Agus Andrianto.

Sepanjang kariernya sebagai anggota kepolisian, Listyo Sigit pernah dipercaya menjadi ajudan Jokowi pada 2014 hingga 2016.

Ia pun dinilai memiliki kedekatan dengan orang nomor satu di Indonesia.

Tak hanya itu, kedekatan itu juga sudah terjalin sejak Jokowi masih menjadi Wali Kota Solo dan Listyo merupakan Kapolres Solo pada 2011 silam.

Disebut Tak Miliki Rekam Jejak Istimewa

Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menilai, Komjen Listyo Sigit Prabowo yang diajukan Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal kapolri ke DPR tak terlalu memiliki rekam jejak istimewa.

Kendati demikian, ia menyebut, Listyo memiliki kedekatan dengan Presiden Jokowi.

“Belum lagi tak ada yang terlalu istimewa dengan rekam jejak Listyo Sigit. Artinya apa? Upaya untuk membangun merit system dan profesionalisme dalam organisasi Polri sudah benar-benar dikacaukan dengan keputusan presiden yang menunjuk orang dekatnya,” ucap Bambang ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (15/1/2021).

Seperti diketahui, sebelum menjabat sebagai Kabareskrim, jenderal bintang tiga itu pernah menjabat sebagai Kapolres Surakarta pada tahun 2011.

Pada saat yang sama, Jokowi ketika itu masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.

Sementara itu, setelah Jokowi terpilih sebagai presiden pada tahun 2014, Listyo turut menjadi ajudannnya.  

Selain itu, Listyo dan timnya juga menangkap terpidana kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra, yang sebelumnya telah dinyatakan buron selama 11 tahun.

Dua perwira tinggi polisi pun turut terseret dan bahkan telah diputus bersalah pada pengadilan tingkat pertama karena diduga turut membantu pelarian Djoko Tjandra.

“Kasus Harun Masiku sampai sekarang juga belum terselesaikan,” imbuh dia.

Faktor Kedekatan Diharapkan Berdampak pada SDM Polri

Faktor kedekatan itu, menurut dia, dapat berdampak pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) Polri yang kompeten dan berintegritas.

Untuk itu, Bambang berharap, Listyo dapat melakukan terobosan apabila dilantik nantinya.

Menurutnya, kapolri terpilih perlu membangun sistem kepolisian yang transparan dan akuntabel, baik dalam pengamanan terhadap masyarakat, serta di internal.

“Bentuk konkretnya adalah bagaimana Kapolri terpilih bisa membangun partispasi aktif masyarakat dalam mengawasi kerja kepolisian,” kata Bambang.

"Ya tentu saja semua persyaratan formal dipenuhi. Selain itu tentu saja faktor integritas, kompetensi, profesionalitas," kata Donny kepada Kompas.com, Rabu (13/1/2021).

Kontras Berharap Tak Ada Konflik Kepentingan

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Fatia Maulidiyanti ikut menanggapi terpilihnya Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kepala Kepolisian RI.

Fatia berharap, kedekatan di antara Listyo dan Jokowi tidak menimbulkan konflik kepentingan dalam penegakan hukum di masa mendatang.

Dengan begitu, apa yang disampaikan Listyo diharapkan membuat Jokowi mau mendengarkan dan mengetahui masalah di sektor tersebut.

Sosok Listyo Sigit Prabowo Dimata Pimpinan KPK

Calon Kapolri Tunggal, Listyo Sigit Prabowo, dinilai berhubungan baik dengan aparat penegak hukum lainnya.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango.

Selain berhubungan baik dengan aparat penegak hukum yang lain, Nawawi juga menilai Listyo merupakan sosok yang terbuka dalam upaya koordinasi dan supervisi penanganan kasus korupsi.

"Sejauh ini profil Komjen Listyo Sigit cukup, bahkan sangat baik dalam hubungan koordinasi sesama lembaga aparat penegak hukum. Beliau sangat terbuka dan responsif terhadap upaya-upaya koordinasi dan supervisi," beber Nawawi, dilansir Kompas.com.

Lebih lanjut, Nawawi menuturkan Listyo adalah pribadi yang luar biasa tenang

Ia pun berharap, setelah Listyo resmi menjadi Kapolri, kerja sama antara Polri dan KPK ke depannya semakin bersinergi.

Kedekatan Komjen Listyo dan Presiden Jokowi tuai sorotan.

Dimulai ejak jadi Kapolresta Solo hingga didapuk jadi ajudan kepresidenan.

Sejumlah pihak berharap tak ada politik kepentingan.

Listyo justru diminta bangun SDM Polri yang kompeten di masa depan. (*)

Editor: Dita Dwi Puspitasari
Reporter: Firdausi Rohmah Rizki Ananda
Video Production: Winda Rahmawati
Sumber: Tribun Video
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved