Yandex

Terkini Daerah

Ini Penyebab 32 Nakes di Puskesmas Kerjo Karanganyar Kena Covid-19, Diduga karena Ikut Hajatan

Sabtu, 16 Januari 2021 08:05 WIB
TribunSolo.com

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUN-VIDEO.COM - Tertularnya puluhan tenaga kesehatan di Puskesmas Kerjo, Kabupaten Karanganyar diduga karena terpapar dari luar.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Karanganyar, Dwi Rusharyati menerangkan, sebanyak 32 tenaga kesehatan yang dinyatakan positif Covid-19 ditengarai hasil penularan dari luar lingkungan puskesmas.

"Penularan biasanya terjadi dari keluarga yang dibawa ke Puskesmas dan tertular saat saling interaksi," katanya, kepada TribunSolo.com, Jumat (15/01/2021).

Dirinya menyebut potensi penularan saat makan bersama atau kegiatan lainnya yang menyebabkan orang melepas masker.

"Kami dapat info salah satu pegawai yang baru kembali dari hajatan, namun kami masih sulit untuk melacaknya," ujarnya.

Walaupun terkonfirmasi positif namun 32 orang tersebut masih dalam status Orang Tanpa Gejala (OTG).

"Mereka menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing," terangnya.

Dwi berharap agar seluruh masyarakat saling menjaga dan mendoakan agar pelaksanaan penanganan Covid-19 dapat dilalui dengan baik.

"Kita saat ini sedang menjalani proses persiapan vaksinasi, ternyata dihadapkan dengan peristiwa besar ini," ungkapnya.

Puskesmas Lockdown

Sebelumnya, puluhan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Kerjo, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar positif Covid-19.

Akibatnya, puskesmas lumpuh karena Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar menutup semua fasilitas pelayanan yang ada.

Menurut Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Karanganyar, Dwi Rusharyati, ada 75 persen tenaga kesehatan yang dinyatakan positif setelah tracing.

Adapun penutupan telah dilakukan sejak Rabu (13/1/2021) setelah sebelumnya dilakukan tracing kepada sejumlah tenaga kesehatan.

"Setelah kami lakukan swab test, ada 32 tenaga kesehatan yang ditemukan positif mengidap Covid-19," ungkap dia kepada TribunSolo.com, Jumat (15/1/2021).

Dwi mengatakan bahwa jumlah tersebut merupakan angka positif terbesar di klaster pelayanan kesehatan di Karanganyar selama masa pandemi Covid-19 ini.

"Fasilitas pelayanan kesehatan sebelumnya tetap kami buka meski ada yang positif Covid-19," jelasnya.

"Namun karena ini hampir sebagian besar tenaga yang kena jadi kami tutup secara keseluruhan," terangnya menekankan.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, tenaga jesehatan yang postif hampir merata seluruh bagian dari kepala puskesmas hingga perawat.

"Kalau sudah merata siapa yang bisa melayani warga," ujarnya.

Dikatakan, Puskesmas Kerjo ditutup sejak Rabu (13/1/2021) hingga Selasa (26/1/2021) mendatang jika tidak ada persoalan.

"Jadwal tersebut kami sesuaikan dengan jumlah hari isolasi mandiri bagi pasien Covid-19, namun sewaktu-waktu kami dapat merubah jadwal tersebut," jelasnya.

Selama masa tutup, Dwi mengimbau kepada masyarakat pengguna BPJS untuk beralih ke puskesmas sekitar dalam memperoleh pelayanan.

"Untuk BPJS akan kami alihkan ke puskesmas sekitar karena berkaitan dengan data pasien," ungkapnya.

Perawat Dialihkan ke Isolasi

Sebelumnya, RSUD Karanganyar menutup dua bangsal ruang rawat inapnya demi menghadapi meroketnya Covid-19 dan terbatasnya tenaga medis.

Menurut Direktur RSUD Karanganyar, Iwan Setiawan Adji, pihaknya menyebut bahwa dua bangsal itu sengaja disterilkan karena ketiadaan petugas yang bisa menjaga dua bangsal itu.

Hal ini dikarenakan seluruh tenaga medis dialihkan ke ruang isolasi Covid-19 dan IGD yang membutuhkan banyak tenaga keperawatan.

"Dua bangsal itu memiliki kapasitas 20 tempat tidur," katanya kepada TribunSolo.com pada Selasa (12/1/2021).

Selain itu RSUD Karanganyar juga membentuk ruang ICU khusus pasien Covid-19.

Dari 6 ruang ICU, 2 di antaranya digunakan sebagairuang isolasi pasien Covid-19.

"Kami tidak menyebut dengan ICU Covid-19 namun ICU isolasi," terangnya.

Jumlah tersebut menurut Iwan masih terbatas, sehingga tidak jarang ada sejumlah pasien yang dirujuk ke rumah sakit lain.

"Biasa kami rujuk RS Moewardi dan beberapa rumah sakit besar di Solo," ujarnya.

Selain itu kedepannya RSUD Karanganyar akan membangun ruang ICU baru sebagai bentuk pelaksanaan instruksi Gubernur Jawa Tengah.

Yakni mengenai standar minimal 5 persen ruang ICU dari tempat tidur yang mana saat ini jumlah tempat tidur di RSUD Karanganyar ada 383 bed.

"Ini masih proses lelang, semoga pertengahan tahun bisa terlaksana," harapnya.( Tribunsolo.com/Muhammad Irfan Al Amin)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Ini Penyebab 32 Nakes di Puskesmas Kerjo Karanganyar Kena Covid-19, di Antaranya karena Hajatan?

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Winda Rahmawati
Sumber: TribunSolo.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved