Yandex

Terkini Daerah

Pelaku Bakar Rumah dan Bacok 7 Orang Meninggal Dunia di IGD RSUD, Karena Infeksi Pada Perut

Kamis, 14 Januari 2021 02:24 WIB
Tribun Kaltara

TRIBUN-VIDEO.COM - Tersangka pelaku pembakaran rumah yang sebabkan 62 bangunan rumah di Nunukan ludes terbakar api sekaligus menganiaya 7 orang dengan sebilah parang, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (12/01/2021) pukul 01.30 Wita, dini hari.

Tersangka yang bernama Andi Sudarmin (44) itu meninggal dunia di ruangan IGD RSUD Nunukan.

Saat dikonfirmasi, hal itu dibenarkan oleh Kapolsek Nunukan, Iptu Randhya Sakhtika.

"Iya benar tadi malam pukul 01.30 saya saya mendapat informasi dari personel yang berjaga di IGD RSUD Nunukan bahwa tersangka penganiayaan meninggal dunia. Saya bergegas ke sana dan mengecek ternyata benar. Setelah itu kami mencari rumah keluarga duka di Sei Menteri. Pada pukul 03.00 Wita kami antar jenazah ke rumah duka," kata Iptu Randhya Sakhtika kepada TribunKaltara.com, pukul 12.00 Wita.

Baca: Anak Disabilitas Fisik di Nunukan, Hafal Nama Menteri dan Idolakan Mensos Tri Risma

Diduga tersangka Andi Sudarmin (alm) alami gangguan jiwa sehingga pada Minggu (10/01/2021) malam membakar sendiri rumah yang ia kontrak di Inhutani, RT 10, Kelurahan Nunukan Utara.

Akibat ulah pria yang kesehariannya sebagai nelayan rumput laut itu, sebanyak 62 rumah ludes terbakar api.

Informasi yang dihimpun dari Lurah Nunukan Utara, 62 rumah itu terdiri dari 56 rumah warga dan 6 fasilitas umum diantaranya Pos Bea Cukai, Pos Polisi, Pos Dishub, Pos Perikanan, dan lainnya.

Sementara itu, 56 rumah terisi 72 kepala keluarga (KK).

Diketahui pada pukul 11.00 Wita, Kapolsek Nunukan serta personel lainnya ikut mendampingi keluarga tersangka ke pemakaman Muslim yang ada di belakang Taman Makam Pahlawan.

"Kami tadi dampingi keluarga ke pemakaman. Untuk proses pemakaman jenazah berlangsung aman terkendali," ucap pria yang akrab disapa Randhya.

Dia mengaku, penyebab meninggalnya tersangka lantaran infeksi di bagian perut akibat luka tembak.

Saat kejadian, tersangka sempat ditembak pada bagian perut oleh petugas, lantaran melawan petugas dengan parang dan sempat melarikan diri ke laut.

"Informasi dari dokter tersangka alami infeksi pada bagian perut, bekas luka tembak. Sebelum ditembak, pelaku kejar petugas polisi yang berjaga dengan sebilah parang. Begitu selesai bacok 7 orang dan bakar rumah, tersangka sempat larikan diri ke laut. Makanya di tembak oleh petugas," ujarnya.

Menurut Randhya, kasus yang saat ini ditangani oleh Polres Nunukan akan segera dilakukan gelar perkara untuk menghentikan penyidikan kasus penganiayaan.

Baca: Bupati Nunukan Kembali Berlakukan Jam Malam, Asmin Laura: Acara Kumpul Orang Tidak Boleh

Namun, untuk kasus pembakaran rumah masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Polres Nunukan.

"Kasus ini sekarang ditangani oleh Polres, tersangka sudah meninggal dunia jadi kasus penganiayaan akan segera dilakukan gelar perkara untuk menghentikan penyidikan. Tersangkanya sudah meninggal dunia. Rencana gelar perkara sore ini. Kami akan lakukan SP3 karena pelaku meninggal dunia," tuturnya.

Tak Bisa Olah TKP

Disampaikan Randhya, olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus penganiayaan itu tidak bisa dilakukan pihaknya, pasalnya TKP hancur dan ludes terbakar api.

"Ya nggak bisa olah TKP, sudah ludes terbakar, hancur semua. Untuk barang bukti berupa parang sudah diamankan di Polres Nunukan," ungkapnya.

Terpisah, saat dihubungi Direktur RSUD Nunukan, dr Dulman mengatakan, tersangka Andi Sudarmin (alm) pada saat masuk ke IGD memiliki riwayat penyakit jantung.

"Jadi almarhum (tersangka) memiliki riwayat penyakit jantung. Di tambah ada infeksi berat pada bagian perut. Kondisinya pada saat datang sudah menurun atau shock," imbuhnya.

(TribunKaltara.com/Felis)

Editor: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Kaltara
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved