Yandex

HOT TOPIC

Fakta-fakta Penemuan Black Box Sriwijaya Air SJ 182, Berupa FDR hingga CVR Masih Dicari

Rabu, 13 Januari 2021 21:43 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Proses pencarian dan evakuasi kecelakaan Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 membuahkan hasil signifikan.

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 14.36 WIB.

Empat menit setelah lepas landas, pesawat hilang kontak pada pukul 14.40 WIB.

Pesawat dipastikan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta tepatnya di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang.

Pada Selasa (12/1/2020) sore, Flight Data Recorder (FDR) black box pesawat tersebut ditemukan akhirnya ditemukan.

Black box sendiri merupakan istilah populer dalam industri penerbangan yang merujuk pada kompenen perekam data elektronik.

Black box terdiri dari dua bagian terpisah, yakni perekam data penerbangan (FDR) dan perekam suara kokpit (CVR).

Kedua peralatan ini wajib ada di penerbangan komersial atau jet swasta.

FDR merekam hal-hal seperti kecepatan udara, ketinggian, percepatan vertikal, dan aliran bahan bakar.

FDR black box Sriwijaya Air yang berhasil ditemukan tersebut pun langsung dievakuasi ke daratan dan diserahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Nantinya, KNKT akan mengunduh data dan menganalisisnya.

Sedangkan komponen cockpit voice recorder (CVR) atau perekam suara kokpit Sriwijaya Air SJ 182 hingga kini masih dicari.

Cerita Penyelam TNI AL yang Temukan Black Box

Penemuan FDR black box Sriwijaya Air membawa harapan baru dalam menguak teka-teki penyebab jatuhnya pesawat rute Jakarta-Pontianak itu.

Salah seorang penyelam dari TNI AL, Mayor Laut Teknik Iwan Kurniawan menceritakan, proses pencarian black box yang dimulai pukul 11.00 WIB.

Pertama, penyelam menemukan underwater locator beacon (ULB) sekaligus casing dari black box FDR.

"Kita pencarian sekitar jam 11, dapet beacon-nya berikut di siang hari dapat casing FDR-nya," tutur Iwan kepada Dinas Penerangan TNI AL di Dermaga JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/1/2021).

Kemudian, pada penyelaman terakhir di sore hari, tiga orang penyelam, termasuk Iwan, akhirnya mendapatkan black box FDR.

"Penyelaman terakhir pas saya sama tiga rekan saya dapat FDR-nya," kata Iwan.

Didapatkannya black box FDR ini berawal dari penemuan titik koordinat yang diberikan KRI Rigel.

Berbekal titik koordinat tersebut, Iwan dan dua penyelam TNI AL terjun ke lokasi di dekat keberadaan sebuah bongkahan besar.

"Kita survei dulu, setelah itu kita lihat titik-titik yang punya bongkahan-bongkahan besar, di mana material atau objek yang besar dan berat," kata Iwan.

Black Box yang Ditemukan FDR

Seperti diketahui, black box sebuah pesawat memiliki 2 komponen. Komponen pertama adalah FDR.

Komponen berikutnya adalah cockpit voice recorder (CVR) atau perekam suara kokpit yang kini masih dicari.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, FDR sudah diangkat dari kedalaman laut dan sedang dalam perjalanan.

Setelah itu, FDR akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Menurutnya, penemuan FDR ini adalah kerja sama yang baik dari semua pihak terkait, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, Kementerian Perhubungan, KNKT dan juga stakeholder lainnya.

"Penemuan kotak hitam FDR ini, tentunya karena kerja sama yang sangat baik dari pihak terkait."

"Seperti TNI, Polri, Basarnas, Kementerian Perhubungan, KNKT dan juga stakeholder lainnya," kata Budi di JICT Tanjung Priok, Selasa (12/1/2021), dikutip dari tayangan Kompas TV.

Komponen CVR Black Box Masih Terus Dicari

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meyakini black box cockpit video recorder (CVR) pesawat Sriwijaya Air SJ-182 akan segera ditemukan menyusul flight data recorder (FDR) yang ditemukan lebih dulu.

Hadi menyebut lokasi CVR tidak jauh dari black box FDR.

"Dilaporkan pula bahwa underwater acoustic beacon ditemukan sebanyak 2," kata Hadi saat konferensi pers di Pelabuhan JICT 2, Jakarta Utara, Selasa (12/1/2021).

Itu berarti saat ini CVR ada di dasar lautan tanpa underwater acoustic beacon yang memancarkan sinyal.

Meski demikian, Hadi meyakini CVR tetap akan ditemukan.

"Pencarian CVR harus ditemukan tanpa dibantu dengan underwater pinger."

"Karena bagian pinger di FDR dan CVR ditemukan terlepas dari dua bagian ini," katanya.

Evakuasi Korban dan Serpihan Pesawat Tetap Berlangsung

Meski FDR black boz pesawat Sriwijaya Air telah ditemukan, upaya evakuasi dan pencarian belum berakhir.

Marsekal Hadi juga mengungkapkan, operasi belum selesai dan akan terus dilanjutkan untuk melakukan evakuasi korban.

"Saudara-saudara sekalian, operasi belum selesai karena terus akan kita lakukan evakuasi korban, termasuk seluruh potongan body pesawat juga kita upayakan diangkat," kata Marsekal Hadi.

Juga, menemukan potongan badan pesawat yang harus diangkat untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

"Bodi pesawat adalah dalam rangka melengkapi data yang diperlukan oleh KNKT sehingga apa yang ada di titik ditemukannya pesawat SJ-182 akan terus kita lakukan evakuasi korban dan potongan pesawat," kata Panglima TNI.

"Saya yakin dengan kerja profesional dan didukung peralatan yang mumpuni dari KRI Rigel dan Baruna, maka pencarian cockpit voice yang beacon-nya sudah ditemukan hari ini juga bisa kita temukan. Mudah-mudahan apa yang menjadi target kita bisa segera benar-benar terealisasi," imbuh dia.

Butuh 2-5 Hari untuk Unduh Data FDR

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, telah menerima black box berupa Flight Data Recorder (FDR) pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Selasa (12/1/2021).

Soerjanto Tjahjono mengatakan, pihaknya membutuhkan waktu 2-5 hari untuk mengunduh data FDR tersebut.

Apabila dapat FDR bisa terbaca, tim KNKT akan melaporkan isi dari data Flight Data Recorder tersebut.

"Kami membutuhkan waktu kira-kira dua sampai lima hari baru bisa mengunduh data, apakah data ini akan terbaca atau tidak," ujarnya di Terminal JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, dikutip dari YouTube Kompas TV, Selasa (12/1/2021).

"Nanti kami akan sampaikan ke rekan-rekan media, bahwa data memang berhasil kita buka, dan isinya seperti apa, nanti akan kami sampaikan secara garis besarnya," jelasnya.

Ia juga berterima kasih atas kerja keras sejumlah pihak yang turut serta dalam pencarian korban dan bagian pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

"Sekali lagi terima kasih dari Basarnas, TNI, dan semua stakeholder yang berperan dalam operasi pencarian korban dan black box ini," pungkasnya.

Proses pencarian dan evakuasi kecelakaan Sriwijaya Air menemui titik terang.

Komponen FDR black box akhirnya berhasil ditemukan.

Namun bukan berarti proses evakuasi telah berkesudahan.

Masih ada tugas untuk cari komponen CVR hingga korban yang harus diselamatkan. (*)

Editor: Radifan Setiawan
Reporter: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Video Production: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Video
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved