Yandex

Tribunnews WIKI

Alergi Susu, Reaksi Sistem Kekebalan Tubuh yang Dikarenakan Produk yang Terbuat atau Mengandung Susu

Rabu, 6 Januari 2021 07:51 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Alergi susu bisa diartikan sebagai reaksi sistem kekebalan tubuh yang dikarenakan produk yang terbuat atau mengandung susu.

Umumnya dialami oleh anak-anak, terutama saat mengonsumsi susu sapi atau produk yang mengandung susu sapi.

Meski begitu, tidak menutup kemungkinan kondisi ini dapat disebabkan oleh susu kambing, domba, maupun hewan menyusui lainnya.

Protein susu yang paling sering menyebabkan alergi adalah whey dan kasein.

Penyebab

Penyebab utama alergi susu adalah terjadinya gangguan pada sistem kekebalan tubuh pengidap yang salah mengidentifikasi protein pada susu sebagai zat yang membahayakan tubuh.

Hal ini memicu sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi Imunoglobilin E untuk menetralkan zat pemicu alergi tersebut dan melepaskan histamin ke dalam darah, sehingga menimbulkan gejala alergi susu.

Alergi susu berbeda dengan intoleransi laktosa.

Jika alergi disebabkan karena gangguan sistem kekebalan tubuh, maka intoleransi laktosa terjadi karena tubuh belum mampu menerima zat tertentu, dan tidak ada kaitannya dengan sistem kekebalan tubuh si pengidap.

Gejala

Gejala alergi biasanya timbul satu jam setelah mengonsumsi susu.

Gejalanya antara lain:

Muntah;
Napas berbunyi ngik;
Kemerahan pada kulit;
Gatal;
Bengkak;
Diare atau mencret yang dapat disertai darah pada kotorannya;
Kram perut;
Batuk;
Hidung berair;
Mata berair;
Ruam kemerahan gatal di sekitar mulut; dan
Adanya kolik pada bayi, ditandai dengan bayi menangis tanpa henti dan tanpa sebab yang jelas.
Pada reaksi alergi berat atau anafilaksis dapat timbul gejala sebagai berikut:

Saluran napas dan tenggorokan tersumbat, sehingga mengakibatkan sesak napas;
Tekanan darah turun drastis; dan
Wajah kemerahan dan gatal pada seluruh tubuh.
Tindakan pertolongan harus dilakukan jika ada analfilaksis atau gejala alergi berat. Pengidap harus segera dibawa ke rumah sakit.

Pengobatan

Pada anak, alergi susu akan menghilang seiring dengan pertambahan usia.

Namun, pada beberapa kasus, ada anak yang tetap memiliki alergi susu hingga usia dewasa.

Tindakan pengobatan yang yang paling utama adalah dengan menghindari susu atau produk makanan yang mengandung susu.

Obat-obatan yang sering digunakan untuk mengurangi gejala alergi adalah:

Antihistamin yang digunakan untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat gejala yang disebabkan oleh reaksi alergi.
Adrenalin untuk mengatasi gejala alergi berat atau anafilaksis yang diberikan dengan cara disuntikkan oleh dokter.
Menghindari alergi susu adalah dengan tidak mengonsumsi susu atau produk yang mengandung susu maupun protein susu.

Beberapa produk yang mengandung susu atau proteinnya adalah mentega, yogurt, pudding, kue, es krim, keju, bahan makanan yang mengandung laktosa atau laktat, permen, cokelat, karamel, dan produk yang mengandung whey dan kasein.

Pada ibu menyusui, cara mencegah alergi susu sapi pada bayi adalah dengan memberikan ASI eksklusif tanpa penambahan susu formula atau minuman dan makanan lainnya selama 6 bulan pertama kehidupan bayi.

ASI dianggap sebagai makanan terbaik dan bisa mencegah alergi susu pada bayi.

Jika bayi sudah terdiagnosis memiliki alergi susu sapi, ibu dianjurkan untuk tidak mengonsumsi susu sapi atau produk yang mengandung susu sapi agar, zat tersebut tidak masuk melalui ASI kepada bayinya.

Jika ASI tidak dapat diberikan kepada bayi atau anak dengan usia lebih dewasa, terdapat beberapa alternatif pengganti.

Pemberian susu formula hipoalergenik, susu kedelai, atau susu beras (rice milk) bisa menjadi alternatif pengganti untuk mencegah gejala yang ditimbulkan oleh alergi susu.

Diskusikan dengan dokter jika anak memiliki gejala atau indikasi akan alergi susu dan berikan susu formula pengganti sesuai dengan anjuran dokter.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan Judul Artikel: Alergi Susu

Editor: Dita Dwi Puspitasari
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved