Terkini Daerah
Mengintip Budidaya Kutu Air untuk Pakan Ikan Cupang Hias di Desa Citeureup, Bogor
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne
TRIBUN-VIDEO.COM - Ikan cupang hias masih banyak digandrungi oleh masyarakat, terlebih disaat Pandemi Covid-19.
Kebanyakan masyarakat menyukai ikan cupang hias lantaran terkesima dengan keindahan warna yang ada pada motif ikan cupang hias tersebut.
Namun, tahukah Anda apabila keindahan ikan cupang hias dapat dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi si ikan tersebut.
Baca: Bantu Pemerintah Cegah Persebaran Covid-19, Komunitas Cupang Duren Sawit Bagikan Masker Gratis
Kali ini TribunnewsBogor.com, Selasa (22/12/2020) berkesempatan mengunjungi peternak kutu air yang berlokasi di Desa Citeureup, Kampung Jagal, Kabupaten Bogor.
Peternak kutu air, Asep mengatakan bahwa ide awal membudidayakan kutu air saat pandemi Covid-19 berlangsung.
"Ide awalnya sih coba-coba tapi alhamdulillah hasil melimpah seperti ini. Dari awal musim pandemi awalnya, saya mencoba, saya ambil kutu air langsung di sawah. Kemudian hasil melimpah dan banyak pelanggan," ujarnya.
Terkait proses pengambilan kutu air, Asep mengaku bahwa kutu air mudah didapatkan saat musim panas.
"Proses pengambilannya itu kita menggunakan serokan dan ember. Kesulitannya itu saat musim hujan, perbedaan cuaca. Kadang-kadang kutu air sulit didapatkan saat musim hujan," jelasnya.
Baca: Cerita Amranh Mahasiswa Penjual Ikan Cupang saat Pandemi
Lebih lanjut, Asep menegaskan bahwa waktu yang paling tepat untuk mengambil kutu air yakni pada malam hari.
"Malam hari. Karena saat malam hari itu waktunya mereka berkembang biak dan itu waktunya panen. Kalau siang, itu kita ngejar matahari jadi kutu air itu turun ke dasar," jelasnya.
Terkait kutu air yang bagus, Asep membeberkan bahwa yang paling bagus untuk pakan ikan cupang adalah terkait jenis tertentu.
"Kutu air yang paling bagus itu warna merah. Pokoknya jenis DM aja (Davia Magma) yang bagus untuk cupang. Jadi itu berpengaruh untuk warna cupang," paparnya.
Untuk distribusi, Asep memaparkan bahwa dia biasa menjual kutu air dengan harga Rp 10 ribu
"Kalau berapa banyaknya sih saya kurang tahu, kemungkinan selalu ada alhamdulillah banyak. Distribusi itu kita main eceran saja, Rp 10 ribu, secukupnya saja. Biasa main takeran," tandasnya. (*)
Sumber: Tribunnews Bogor
Musik
Lirik Lagu Cupang - Angga Dermawan: Curi-curi Pandangan Pertama, Aduh Mama Aku Gila
Selasa, 29 Juli 2025
Live Update
Pedagang Mulai Putar Otak seusai Lapak Pakaian di Pasar Sentral Pekkabata Sepi Pembeli Pasca-Covid
Sabtu, 19 Juli 2025
Tribunnews Update
1 Kasus Covid-19 Ditemukan di Yogyakarta, Aktifkan Sistem Kewaspadaan Warga Diminta Pakai Masker
Kamis, 12 Juni 2025
Live Update
Kasus Omicron JN.1 Capai 165 di Lima Provinsi Termasuk Gorontalo, Dinkes Siapkan Langkah Mitigasi
Rabu, 11 Juni 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.