Sabtu, 25 April 2026

Terkini Daerah

Mengintip Budidaya Kutu Air untuk Pakan Ikan Cupang Hias di Desa Citeureup, Bogor

Selasa, 22 Desember 2020 17:10 WIB
Tribunnews Bogor

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUN-VIDEO.COM - Ikan cupang hias masih banyak digandrungi oleh masyarakat, terlebih disaat Pandemi Covid-19.

Kebanyakan masyarakat menyukai ikan cupang hias lantaran terkesima dengan keindahan warna yang ada pada motif ikan cupang hias tersebut.

Namun, tahukah Anda apabila keindahan ikan cupang hias dapat dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi si ikan tersebut.

Baca: Bantu Pemerintah Cegah Persebaran Covid-19, Komunitas Cupang Duren Sawit Bagikan Masker Gratis

Kali ini TribunnewsBogor.com, Selasa (22/12/2020) berkesempatan mengunjungi peternak kutu air yang berlokasi di Desa Citeureup, Kampung Jagal, Kabupaten Bogor.

Peternak kutu air, Asep mengatakan bahwa ide awal membudidayakan kutu air saat pandemi Covid-19 berlangsung.

"Ide awalnya sih coba-coba tapi alhamdulillah hasil melimpah seperti ini. Dari awal musim pandemi awalnya, saya mencoba, saya ambil kutu air langsung di sawah. Kemudian hasil melimpah dan banyak pelanggan," ujarnya.

Terkait proses pengambilan kutu air, Asep mengaku bahwa kutu air mudah didapatkan saat musim panas.

"Proses pengambilannya itu kita menggunakan serokan dan ember. Kesulitannya itu saat musim hujan, perbedaan cuaca. Kadang-kadang kutu air sulit didapatkan saat musim hujan," jelasnya.

Baca: Cerita Amranh Mahasiswa Penjual Ikan Cupang saat Pandemi

Lebih lanjut, Asep menegaskan bahwa waktu yang paling tepat untuk mengambil kutu air yakni pada malam hari.

"Malam hari. Karena saat malam hari itu waktunya mereka berkembang biak dan itu waktunya panen. Kalau siang, itu kita ngejar matahari jadi kutu air itu turun ke dasar," jelasnya.

Terkait kutu air yang bagus, Asep membeberkan bahwa yang paling bagus untuk pakan ikan cupang adalah terkait jenis tertentu.

"Kutu air yang paling bagus itu warna merah. Pokoknya jenis DM aja (Davia Magma) yang bagus untuk cupang. Jadi itu berpengaruh untuk warna cupang," paparnya.

Untuk distribusi, Asep memaparkan bahwa dia biasa menjual kutu air dengan harga Rp 10 ribu

"Kalau berapa banyaknya sih saya kurang tahu, kemungkinan selalu ada alhamdulillah banyak. Distribusi itu kita main eceran saja, Rp 10 ribu, secukupnya saja. Biasa main takeran," tandasnya. (*)

Editor: Panji Anggoro Putro
Sumber: Tribunnews Bogor

Tags
   #ikan cupang   #kutu air   #Covid-19   #cupang

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved