Yandex

Tribunnews WIKI

Sapi Gila, Kondisi yang Ditandai dengan Adanya Kerusakan pada Otak

Kamis, 17 Desember 2020 16:25 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Penyakit sapi gila atau juga dikenal dengan istilah bovine spongiform encephalopathy (BSE), merupakan kondisi yang ditandai dengan adanya kerusakan pada otak.

Kondisi ini disertai dengan tanda dan gejala neurologis yang fatal yang terjadi pada sapi.

Pada manusia, penyakit ini dikenal dengan istilah penyakit Creutzfeldt-Jakob (CJD), dan banyak ditemukan di Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara.

Gejala

Kebanyakan pengidap penyakit sapi gila meninggal dunia dalam waktu setahun sejak gejala pertama muncul.

Umumnya, penyakit sapi gila ditandai dengan kemunculan beberapa gejala di bawah ini:

1. Gangguan ingatan dan fungsi otak lain.

2. Perubahan kepribadian.

3. Gangguan keseimbangan.

4. Bicara tidak jelas dan penglihatan terganggu.

5. Mengalami gangguan psikologis seperti cemas depresi.

6. Beberapa bagian tubuh kesemutan dan sulit digerakkan.

7. Mengalami insomnia, demensia, dan dapat berlanjut menjadi koma.

Jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit sapi gila bisa menyebabkan komplikasi pada otak. Jika hal itu terjadi, seseorang akan mengalami kesulitan dalam berpikir, mengingat, mengasingkan diri dari teman serta keluarga, dan umumnya menjadi tidak peduli terhadap diri sendiri. Yang paling parah, penyakit ini bisa menyebabkan kematian.

Penyebab

Penyakit sapi gila Creutzfeldt-Jakob beserta berbagai variannya, merupakan bagian dari kelompok penyakit pada manusia dan hewan yang disebut sebagai transmissible spongiform encephalopathies (TSE).

Penyebab dari penyakit Creutzfeldt-Jakob dan TSE lainnya diduga adalah jenis abnormal dari protein yang disebut sebagai prion.

Umumnya, protein ini tidak berbahaya.

Namun, bila mengalami perubahan bentuk, protein ini dapat menjadi infeksius dan mengganggu proses biologis normal pada tubuh.

Penyakit ini tidak ditularkan melalui batuk, bersin, sentuhan, atau kontak seksual.

Tiga cara penyakit ini dapat terjadi adalah:

1. Secara sporadik. Sebagian besar individu dengan penyakit Creutzfeldt-Jakob yang klasik tidak diketahui secara jelas penyebabnya.

2. Secara keturunan. Sekitar 5 sampai 10 persen orang dengan penyakit Creutzfeldt-Jakob memiliki anggota keluarga dengan penyakit tersebut atau memiliki hasil positif pada pemeriksaan mutasi genetik yang dikaitkan dengan penyakit ini.

3. Secara kontaminasi. Proporsi kecil individu dengan penyakit Creutzfeldt-Jakob mengalami kondisi ini setelah terekspos jaringan manusia tertentu pasca tindakan medis, seperti transplantasi kornea atau kulit.

Pengobatan dan Pencegahan

Tidak diketahui adanya penanganan yang efektif bagi penyakit sapi gila Creutzfeldt-Jakob dan berbagai variannya.

Sejumlah pengobatan telah diuji, termasuk steroid, antibiotik, antiviral, dan sebagainya, tapi tidak menunjukkan manfaat yang berarti.

Oleh sebab itu, para pakar menaruh fokus penanganan untuk menghilangkan rasa nyeri serta gejala lainnya.

Tujuannya adalah untuk menjaga kenyamanan dari individu yang mengalami penyakit ini.

Penyakit sapi gila seringkali terjadi secara spontan, sehingga sulit untuk dicegah.

Sterilisasi untuk mencegah agar bakteri dan virus tidak menyebar ke seluruh tubuh juga tidak efektif.

Meski begitu, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko penularan penyakit sapi gila, di antaranya:

1. Memusnahkan sumber infeksi. Salah satu cara meminimalisasi penularan penyakit sapi gila adalah dengan memusnahkan bangkai daging yang berpotensi menularkan penyakit ini, baik ke manusia maupun hewan lainnya.

2. Transfusi darah dengan aman. Orang yang berisiko tertular penyakit sapi gila dilarang melakukan donor darah untuk mengurangi risiko penularan.

3. Membatasi daging impor. Terutama daging impor dari negara-negara yang rawan terhadap penyakit sapi gila, seperti Inggris, Skotlandia, dan Irlandia.

4. Pengawasan hewan ternak. Cara ini dilakukan mulai dari pengendalian pakan ternak, pengobatan hewan yang sakit, hingga pembatasan konsumsi hewan ternak yang berisiko mengalami dan menularkan penyakit sapi gila.(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan Judul Artikel: Penyakit Sapi Gila

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved