Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Perlintasan KA Tanpa Palang Kalijambe Ditutup Permanen, Warga: Tidak Adil, yang Lain Tidak Ditutup

Selasa, 15 Desember 2020 15:47 WIB
Tribun Jateng
Editor: Tri Hantoro | Reporter: Dea Mita | Video Production: Aditya Wisnu Wardana

TRIBUN-VIDEO.COM - Perlintasan kereta api tanpa palang di Dukuh Siboto RT 11, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen akhirnya ditutup permanen oleh PT KAI.

Perlintasan tersebut ditutup menggunakan besi dengan panjang sekitar 2,5 meter.

Penutupan perlintasan ini pun dianggap tidak adil oleh warga setempat.

Warga menilai banyak insiden tabrakan kereta dengan kendaraan di perlintasan lain, namun tidak ditutup.

Dikutip dari Tribunjateng.com warga memadati TKP, baik di perlintasan maupun sungai.

"Penutupan ini (perlintasan kereta api) jelas tidak adil. Lainnya yang kemarin tabrakan di perlintasan kereta api lain tidak ditutup," kata warga yang tidak mau disebut namanya itu.

Seorang warga mengatakan palang kereta api yang telah menewaskan dua anggota polisi dan satu TNI ini, merupakan perlintasan paling aman dibandingkan perlintasan tanpa palang lainnya.

Pasalnya warga yang melintas di perlintasan tersebut telah membayar dua orang untuk menjaga perlintasan kereta api tersebut.

Satu orangnya dibayar Rp 1,5 juta sehingga warga membayar Rp 3 juta untuk dua orang.

Uang tersebut dikumpulkan dari iuran warga setiap RT-nya. Setiap RT secara bergantian membayar setiap bulannya.

"Perlintasan ini sebenarnya malah paling aman karena dijaga dua penjaga. Satu penjaga dibayar Rp 1,5 juta per bulan," lanjut dia.

Namun dua penjaga ini hanya menunggu palang kereta api hingga pukul 22.00 WIB.

Nahasnya kecelakaan maut tersebut terjadi satu jam setelah palang tidak dijaga yakni pukul 23.00.

Dia melanjutkan, di perlintasan kereta api ini warga iuran baik donatur maupun perorangan untuk membuat palang pintu kereta api.

"Warga sudah membayar iuran untuk membuat palang pintu kereta api. Agustus lalu sudah ada perbaruan, sebelumnya hanya pakai bambu," katanya.

Narasumber yang tidak mau disebut namanya itu melanjutkan palang kereta api ini dilintasi setidaknya tujuh RT.

Ditutupnya palang pintu kereta api ini membuat warga harus berputar lewat jalan yang lebih jauh.

"Kalo ditutup saya harus muter jauh ke Kaliwuni jaraknya hampir lima kilometer. Setelah ini akan kami upayakan untuk bisa membuka jalan ini," tandasnya.

(Tribun-video.com/Tribunjateng.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Renggut Nyawa 3 Aparat, Perlintasan KA Kalijambe Sragen Tanpa Palang Ditutup, Warga Keberatan

Sumber: Tribun Jateng
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved