Terkini Nasional

Pemerintah Coba Seimbangkan Aspek Kesehatan dan Ekonomi Melalui Kenaikan Tarif Cukai Rokok

Jumat, 11 Desember 2020 12:28 WIB
Tribunnews.com

Laporan wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan

TRIBUN-VIDEO.COM - Pemerintah coba menyeimbangkan antara apek kesehatan dan aspek ekonomi melalui kenaikan tarif cukai rokok.

Hal tersebut dinyatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers secara virtual, Kamis (10/12/2020).

Diketahui pemerintah memutuskan untuk menaikkan tarif cukai rokok sebesar 12,5 persen di 2021.

Sri Mulyani menjelaskan, ada perhitungan mengapa memberlakukan kenaikan cukai hasil tembakau yang berakibat naiknya harga rokok di tengah pandemi Covid-19.

Baca: Tarif Baru Cukai Rokok dan Batasan Harga Jualnya, Rokok Putih Naik Paling Tinggi

"Tarif cukai hasil tembakau perlu kita naikkan tahun 2021 dalam suasana masih terjadinya Covid-19. Kita mencoba menyeimbangkan aspek unsur kesehatan, tapi pada saat sama juga mempertimbangkan kondisi perekonomian secara umum yang begitu berdampak oleh Covid-19, terutama kepada kelompok kerja dan petani," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani akui, tidak melakukan simplifikasi, tapi dalam hal ini pemerintah tetap memberikan sinyal bahwa simplifikasi itu digambarkan dalam bentuk perbedaan celah tarif yang makin diperkecil.

"Yaitu perbedaan celah tarif yang makin diperkecil antara sigaret kretek mesin atau SKM golongan 2A dengan sigaret kretek mesin golongan 2B. Selain itu, juga kita memperkecil celah tarif antara sigaret putih mesin atau SPM golongan 2A dengan sigaret putih mesin SPM golongan 2B," tambah Sri Mulyani. (*)

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Lendy Ramadhan
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: Tribunnews.com

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved