Rabu, 22 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Rekaman Voice Note Penembakan 6 Orang di Tol Jadi Perbincangan, Ini Beda Versi Polisi dan Laskar FPI

Selasa, 8 Desember 2020 17:48 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Soal penembakan enam orang pengikut Rizieq Shihab pada Senin (7/12/2020), disebutkan ada bukti berupa rekaman suara.

Rekaman suara tersebut menjadi perbincangan publik lantaran dari pihak kepolisian dan dari pihak Laskar FPI memiliki pendapat yang berbeda.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat, rekaman suara tersebut menunjukkan tencana Laskar FPI untuk menyerang polisi.

Tubagus menyebut semua terdata dengan jelas mulai dari rencana pemancingan hingga dipepet.

“Juga ada bukti tentang Voice Note bagaimana sedemikian rupa direncanakan untuk dipancing di sana kemudian dipepet semua terdatakan atau ternyatakan dengan jelas di dalam Voice Note,” ujar Tubagus.

Dikutip dari Kompas.tv, Selasa (8/12/2020), Sekjen FPI, Munarman membenarkan adanya rekaman suara sebelum kejadian bentrokan di Tol Jakarta-Cikampek.

Namun ia membantah soal isinya yang disebut merupakan bentuk serangan kepada polisi.

Menurutnya dari rekaman suara itu justru membuktikan rombongan pengacau itu yang akan menyalip dan memporakporandakan.

Baca: Rizieq Shihab Beri Respons atas Tewasnya 6 Simpatisan yang Mengawalnya Akibat Bentrok dengan Polisi

Baca: Rizieq Shihab Ternyata Ada di TKP saat Penembakan 6 Pengikut, FPI Ungkap Kondisi dan Keberadaannya

Ia juga menanyakan soal yang mana yang dianggap bentuk serangan.

Sebab Munarman mengatakan justru mereka hendak nongkrong di warung kopi.

"Iya betul itu rekaman suara dan justru itu membuktikan rombongan pengacau itu yang akan menyalip dan memporakporandakan serta melakukan inisiatif untuk menyalip dari rombongan Habib Rizieq dan pengawalnya.

Itu kan terdengar tadi terdengar kalau mereka nyalip kalau mereka nyalip kita ini dan kemudian kan ada nongkrong aja warung kopi, dimana bentuk serangannya?" ujarnya.

Sementara itu, dikutip dari Kompas.com, soal perintah menabrak penguntit menurut Munarman adalah hal yang wajar.

Ia menilai hal itu merupakan respons wajar karena keberadaan penguntit dianggap membahayakan nyawa Rizieq Shihab.

Anggota laskar berupaya menjauhkan para penguntit dari iring-iringan kendaraan Rizieq.

"Tentu saja sebagai tim pengawal dan pengaman, respons dari tim adalah mengamankan rombongan IB HRS (Rizieq) dan keluarga dari pihak yang menggangu tersebut, dengan cara menjauhkan mobil para pengganggu agar tidak masuk kedalam rombongan keluarga IB HRS dan tidak melakukan manuver mepet ke mobil rombongan keluarga IB HRS," katanya.

(Tribun-Video.com/Kompas.tv/TribunMedan.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.tv dengan judul Beda Polisi dan FPI Soal Rekaman Voice Note Laskar FPI

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Penjelasan FPI soal Rekaman Suara Laskarnya Ingin Tabrak Mobil Penguntit

Editor: Sigit Ariyanto
Reporter: Ratu Budhi Sejati
Video Production: bagus gema praditiya sukirman
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved