Yandex

Tribunnews Update

Pamer HP & Sebut Temannya Miskin, Remaja 14 Tahun Dibunuh, Pelaku Tunggui Mayat Korban sampai Subuh

Rabu, 2 Desember 2020 17:16 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang remaja di Kabupaten Malang berinisial AP (14) tewas dibunuh temannya sendiri karena pamer HP.

Pelaku berinisial S (20), tega bunuh temannya AP karena tersinggung disebut miskin dan tak mampu membeli ponsel.

Kasus pembunuhan tersebut terungkap berawal dari temuan mayat seorang remaja di kebun singkong di Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Senin (30/11/2020).

Baca: 110 Petani Tewas dalam Pembunuhan Massal di Borno Nigeria, Diduga Dilakukan Kelompok Boko Haram

Dikutip dari Kompas.com, sosok mayat tersebut teridentifikasi sebagai AP yang sudah dilaporkan hilang oleh orangtuanya sejak Jumat (27/11/2020).

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan, hasil pemeriksaan polisi AP dinyatakan sebagai korban pembunuhan karena terdapat sejumlah luka di tubuhnya.

Hasil pengembangan polisi menunjukan bahwa AP tewas dibunuh oleh temannya yakni S dengan cara dicekik.

Hendri menuturkan, kronologi pembunuhan berawal ketika S dan AP nongkrong di sebuah warung.

Baca: Sosok Ali Kalora Pimpinan MIT Diduga Dalang di Balik Aksi Pembunuhan 1 Keluarga di Sigi Sulteng

Saat nongkrong itu, pelaku menanyai korban yang membawa ponsel baru.

Korban lantas mengatakan bahwa pelaku miskin dan tidak mungkin bisa membeli ponsel baru.

"Pada saat nongkrong ini ada ucapan dari si korban yang cukup menyinggung perasaan si pelaku. Yaitu karena korban sedang menggunakan HP yang baru, kemudian dikomentari oleh pelaku, HP-mu baru ya. Dijawab oleh korban, iya, kamu orang miskin, kamu tidak akan bisa beli HP seperti saya," kata Hendri, menirukan percakapan korban dan pelaku.

Pelaku yang sakit hati lantas menjebak korban dengan mengajaknya ke tempat yang gelap, yakni di belakang Pasar Peteng pada Jumat (27/11/2020) pukul 01.00 WIB.

Pelaku lantas mencekik korban hingga tidak sadarkan diri.

Tidak lama kemudian korban sadar dan berusaha lari.

Melihat hal itu, pelaku mengejar korban hingga ke kebun singkong.

Di lokasi itu, pelaku kembali mencekik korban hingga meninggal dunia.

Pelaku tak langsung kabur, ia menunggui korban sampai benar-benar tak bernyawa selama dua jam.

Baru sekira pukul 05.00 WIB, pelaku meninggalkan mayat korban dan menutupinya dengan daun pepaaya.

Pelaku yang telah ditangkap polisi telah mengakui semua perbuataanya.

Atas perbuatannya, pelaku terancam hukuman 10 tahun penjara karena melanggar Undang Undang tentang perlindungan anak. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mayat di Ladang Singkong Korban Pembunuhan, Pelakunya Sakit Hati Diejek Miskin

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Dea Mita
Video Production: Erwin Joko Prasetyo
Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved