Yandex

Terkini Nasional

Jokowi Ingatkan Kepala Daerah Pegang Penuh Kendali Penanganan Pandemi

Selasa, 1 Desember 2020 10:21 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajarannya di daerah mulai dari gubernur, bupati, hingga wali kota untuk memegang penuh kendali mereka di wilayah masing-masing mengenai penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi daerah.

Para kepala daerah dalam hal ini bertugas untuk memberi perlindungan kepada warganya.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas untuk membahas laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, (30/11/2020).

Baca: Prediksi Jokowi Pilih Sandiaga Uno daripada Fadli Zon, Pengamat: Pengalaman Usaha Lebih Diperlukan

"Tugas kepala daerah adalah melindungi keselamatan warganya dan juga sudah saya sampaikan, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi," kata Jokowi.

Berdasarkan data terkini dan melihat angka-angka kasus aktif, kesembuhan, kematian, dan beragam indikator lainnya, Presiden Jokowi menginstruksikan jajarannya untuk memberi perhatian ekstra bagi upaya penanganan di dua wilayah, yakni Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

Kedua wilayah tersebut mengalami peningkatan kasus pada beberapa waktu belakangan ini.

"Saya ingin ingatkan bahwa ada dua provinsi yang menurut saya perlu perhatian khusus karena peningkatan dalam minggu ini, dalam dua-tiga hari ini, peningkatannya drastis sekali, yaitu Jawa Tengah dan DKI Jakarta," tuturnya.

Baca: Kutuk Keras Pembantaian di Sigi, Presiden Jokowi: Tidak Tempat di Tanah Air Bagi Terorisme!

Data yang diterima Presiden pada 29 November kemarin, kasus aktif di Indonesia kini berada di angka 13,41 persen.

Meskipun angka tersebut masih lebih baik dari angka rata-rata dunia, Presiden tetap meminta jajarannya untuk waspada mengingat angka indikator yang sama pada minggu lalu masih lebih baik di angka 12,78 persen.

Demikian halnya dengan tingkat kesembuhan pasien yang pada minggu lalu berada di angka 84,03 persen, kini sedikit menurut di angka 83,44 persen. Penurunan tersebut disinyalir karena adanya peningkatan kasus-kasus di beberapa waktu belakangan. (*)

Editor: Dita Dwi Puspitasari
Reporter: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Video Production: Bintang Nur Rahman
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved