Terkini Nasional
DPR Fraksi PKS Meminta Pemerintah Hati-hati Putuskan Libur Panjang Akhir Tahun
TRIBUN-VIDEO.COM - Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah berhati-hati dalam memutuskan kebijakan soal libur panjang akhir tahun 2020, seiring masih tingginya kasus Covid-19.
"Setiap keputusan harus berbasis data dan mempertimbangkan berbagai aspek. Pastikan segala sesuatunya sudah dipikirkan langkah antisipasi dampaknya," ujar Netty dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (26/11/2020).
Menurut Netty, libur panjang akan membuat masyarakat melakukan mobilitas antardaerah untuk tujuan silaturahim keluarga atau wisata.
Baca: Meski Kasus Covid-19 di AS Masih Tinggi, Donald Trump Serukan Warga AS Berkumpul Selama Liburan
"Kami tidak ingin hal ini justru memicu lonjakan kasus," ucap Netty.
Netty pun meminta pemerintah melakukan penelusuran terkait lonjakan kasus pada masa liburan, agar penyebabnya dapat diketahui secara menyeluruh.
"Perlu ditelusuri apa penyebab lonjakan kasus pada masa libur panjang tersebut? Apakah akibat mobilitas masyarakat yang tinggi ke luar daerah dan ke tempat wisata? atau terjadinya lonjakan kasus seiring dengan adanya penambahan jumlah testing yang dilakukan pemerintah," jelasnya.
Sebagaimana diketahui, berapa pekan lalu pemerintah memenuhi janji target ideal testing atau pemeriksaan terhadap 30 ribu orang per hari.
Sebelumnya, 28 Oktober hingga 3 November 2020 menunjukkan rata-rata testing hanya di angka 26 ribu orang per hari.
Netty juga berharap pemerintah melakukan skema antisipasi dan semakin mengetatkan pengawasan protokol kesehatan, jika memang wacana libur panjang akhir tahun direalisasikan.
"Harus ada ketegasan dalam pengawasan prokes di tempat-tempat yang diperkirakan ramai dikunjungi, seperti rest area, hotel dan tempat wisata. Buat juknis prokes yang jelas di tempat-tempat tersebut," ucapnya.
"Harus ada sanksi yang tegas ke pengelola jika mereka melanggar prokes. Kita tidak boleh ambil risiko dengan membiarkan pelanggaran prokes," sambungnya.
Baca: Rapat Kerja Komisi V DPR dengan Menhub, Diprediksi Bakal Ada Penurunan Penumpang saat Libur Panjang
Menurutnya, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus berkoordinasi dalam melakukan pengawasan prokes pada saat libur panjang akhir tahun 2020.
"Lakukan sinergi dan kolaborasi dalam melakukan testing dan tracking. Siapkan testing secara acak di tempat tujuan wisata, rest area dan tempat publik lainnya. Pastikan sarana prasarana prokes seperti masker, alat cuci tangan dan penanda jarak tersedia dan mudah diakses" paparnya.
Sebagaimana diketahui, pemerintah lewat Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 saat ini terus menggencarkan kampanye penyuluhan protokol kesehatan 3M yaitu Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak.
Kampanye 3M ini terus menerus disosialisasikan supaya masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran Covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia. Makanya, pelaksanaan 3M harus dijalankan secara ketat. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kasus Covid-19 Masih Tinggi, DPR Minta Pemerintah Hati-hati Putuskan Libur Panjang Akhir Tahun
Sumber: Tribunnews.com
LIVE UPDATE
Berikan Kritik ke Pemprov! Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Dorong Revisi Perda Transportasi
Rabu, 11 Februari 2026
Terkini Nasional
Belum Tentukan Sikap untuk Pilpres 2029, Sekjen PKS Sebut Dukung Prabowo Tak Harus Tergesa-gesa
Rabu, 11 Februari 2026
Terkini Nasional
Respons Wacana Pilpres 2029, PKS Tak Mau Tergesa-gesa Dukung Presiden Prabowo Dua Periode
Selasa, 10 Februari 2026
tribunnews update
Tolak Jadi Tersangka, Pembunuh Anak Politisi PKS Gugat Kapolres & Kasat Reskrim Cilegon
Selasa, 10 Februari 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Sekjen PKS Belum Tentukan Dukung Prabowo 2 Periode: Ini Bukan Cepet-cepetan
Selasa, 10 Februari 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.