Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Kontroversi Makam Janin Aborsi dengan Nama Ibu di Italia: Itu Bukan Kuburan Saya, Tapi Anak Saya

Minggu, 22 November 2020 15:55 WIB
BBC Indonesia

TRIBUN-VIDEO.COM - Praktik pemakaman janin hasil aborsi sudah berjalan lama di Italia.

Namun, debat terkait legalitas dan etika kembali terangkat pada akhir September dengan munculnya kesaksian para ibu melalui media sosial.

Mereka terkejut namanya tertulis di salib-salib kuburan tanpa persetujuan.

Dilansir oleh BBC News Indonesia, mereka protes karena tidak pernah memberikan izin atau tidak diberitahu, akan adanya nama dan makam untuk janin hasil aborsi itu.

"Foto lebih kuat dibanding tulisan, jadi harus didahulukan," kata salah seorang perempuan, Marta Loi melalui halaman Facebooknya bersama dengan foto pusara berbentuk salip dengan namanya di satu pemakaman di Roma.

Baca: Bidan Desa Ditangkap Jalankan Klinik Aborsi Selama 14 Tahun, Akui Sudah Gugurkan Ratusan Janin

"Ini dia...tulisan saya mulai dengan: ini bukan kuburan saya, tapi putra saya," tulisnya dalam keterangan foto dan menambahkan bahwa janin itu terpaksa ia gugurkan untuk alasan medis. Namanya dicantumkan di makam itu tanpa sepengetahuan dan persetujuannya.

Protes ini banyak disuarakan untuk hampir semua janin di pemakaman "Taman Malaikat Flaminio".

Di bagian khusus untuk janin hasil aborsi, di mana organisasi Katolik sering terlibat dalam pengaturan pemakaman seperti ini.

Pihak berwenang Italia masih menyelidiki mengapa nama-nama para ibu yang melakukan aborsi itu terpahat di salib kuburan tanpa persetujuan mereka.

Para ibu itu mengklaim mereka tidak sadar nama mereka tertulis dan sudah menyatakan tidak mau terlibat dalam penguburan janin itu.

Sejumlah organisasi hak perempuan di sana pun membawa masalah ini ke proses hukum.

Setelah berhasil mengumpulkan setidaknya 100 cerita dari perempuan yang tidak diminta persetujuan dalam pemakaman janin.

"Perempuan-perempuan ini mengatakan mereka merasa tidak dihargai. Mereka mengatakan kebebasan dan hak mereka dilanggar, khususnya kebebasan dalam memilih dan juga kebebasan menyangkut agama," kata Elisa Ercoli, presiden organisasi perempuan, Differenza Donna.

Baca: Dokter Sekaligus Pemilik Klinik Aborsi Ilegal yang Digerebek Polisi di Jakarta Pusat Meninggal Dunia

Menurut Elisa Ercoli, Presiden Organisasi Perempuan, Differenza Donna, kemarahan dilontarkan oleh setidaknya 160 perempuan dari berbagai keyakinan.

Mereka juga sedang berusaha mendapatkan perwakilan hukum dari berbagai lembaga swadaya masyarakat.

"Pelanggaran paling serius adalah pelanggaran privasi dan hak anonim yang dilindungi dalam hukum terkait aborsi," kata Ercoli kepada BBC.

Karena alasan inilah, Organisasinya berencana mengajukan gugatan penghentian segera praktik menyebut nama para ibu janin dan embrio di makam.

Baca: Rekonstruksi Klinik Aborsi Cempaka Putih, Ada Adegan Buang Gumpalan Darah ke Kakus Klinik

Mereka juga berupaya keputusan menyangkut pemakaman janin tetap diinfokan kepada seluruh perempuan yang terlibat.

"Di Italia, jabatan yang dipegang oleh unit kepolisian pemakaman mencakup memberikan wewenang kepada badan kesehatan untuk memutuskan kasus-kasus menyangkut pemakaman janin," kata Ercoli.

Walaupun aborsi legal di Italia sejak 1978, organisasi Katolik yang membuat pemakaman janin, Asosiasi Melindungi Hidup, baru mulai menerapkan pada 1998 di kawasan Lombardy.

Asosiasi ini memiliki cabang di wilayah lain Italia dan memperkirakan telah menguburkan sekitar 200.000 janin hasil aborsi dalam 22 tahun terakhir.

Namun juru bicara asosiasi itu, Stefano Di Battista, mengatakan mereka tidak menulis nama para ibu di berbagai pusara janin.
(BBC/ Tribun-video.com/DeaMita)

Artikel ini telah tayang di BBC News Indonesia dengan judul Kuburan janin hasil aborsi dengan nama para ibu di Italia timbulkan kontroversi: 'Itu bukan kuburan saya, tapi putra saya'

Editor: Dita Dwi Puspitasari
Reporter: Dea Mita
Video Production: Bhima Taragana
Sumber: BBC Indonesia
Tags
   #TRIBUNNEWS UPDATE   #Janin   #praktik aborsi   #aborsi
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved