Yandex

Tribunnews Update

Bocah 8 Tahun Lakukan Pencurian 23 Kali untuk Beli Narkoba, Pihak Rehabilitasi Sampai Tak Sanggup

Minggu, 22 November 2020 14:20 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang bocah berusia 8 tahun di Nunukan, Kalimatan Utara dilaporkan telah melakukan puluhan pencurian selama dua tahun.

Mirisnya, hasil pencurian tersebut digunakan untuk membeli rokok dan juga narkoba yang ia konsumsi bersama temannya.

Hal ini pun membuat pihak Polsek Nunukan kewalahan dan kebingungan menanganinya.

Hal ini disampaikan oleh Kapolsek Nunukan Iptu Randya Shaktika pada Kamis (19/11).

Dikutip dari Kompas.com, Randya mengatakan pihaknya kebingungan untuk menangani kasus ini.

Hal ini lantaran bocah tersebut tak mungkin ditahan.

Selain itu, bocah berinisial B itu selalu kembali melakukan aksinya setelah dilepaskan oleh polisi.

"Kita pakai nurani ya, apa yang bisa kita lakukan terhadap anak berusia 8 tahun? Ini fenomena yang butuh solusi bersama, ini bisa dikatakan simalakama karena tidak mungkin kita menahan anak 8 tahun." "Tapi kalau kita lepaskan dia , paling lama dua hari kemudian ada lagi laporan pencurian masuk dan dia pelakunya," ujar Randya Shaktika, Kamis (19/11/2020).

Saat ditangkap, B tak pernah berbohong dan selalu mengakui kesalahannya.

B mengatakan uang yang ia curi selalu ia bagikan ke teman sebayanya untuk membeli rokok dan juga membeli sintek atau tembakau gorilla.

Randya menyebut tindakan yang dilakukan B termasuk kleptomania.

"Dia enggak pernah bohong, semua dia jawab jujur, cuma memang dia kleptomania dan tidak bisa menghilangkan kebiasaan buruknya itu. Ini menjadi kebingungan kami."

"Di satu sisi tidak mungkin kita masukkan ke tahanan, di sisi lain kalau kita biarkan bebas, masyarakat resah, kita bingung harus bagaimana?" katanya.

B sempat dibawa ke tempat rehabilitasi Bambu Apus di Jakarta, namun ia dikembalikan lagi lantaran pihak Bambu Apus menyerah dengan kelakuan bocah itu.

Ayah kandung B saat ini mendekam di penjara karena kasus narkoba.

Sementara ibunya bekerja buruh ikat rumput laut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Sekretaris Dinas Sosial Nunukan, Yaksi Belaning Pratiwi menilai kondisi ekonomi bukanlah alasan B menjadi kleptomania.

Melainkan gaya hidup ayahnya yang menjadi faktor utama B berperilaku kriminal.

Ayah kandung B kerap mencampur narkoba jenis sabu ke susu yang dikonsumsi B.

Alasan ayah B yakni agar anaknya tidak rewel.

Rencananya, awal tahun 2021 B akan dimasukkan ke panti rehabilitasi narkotika.

Yaksi mengatakan, Kabupaten Nunukan memiliki sejumlah kendala jika dihadapkan pada kasus seperti B.

Kendala pertama adalah kemampuan anggaran karena Dinsos Nunukan tidak memiliki anggaran rehabilitasi.

Kendala kedua adalah nihilnya tenaga psikolog sehingga tidak pernah ada upaya konseling atau pendampingan untuk B

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sejak Bayi Dicekoki Narkoba, Bocah 8 Tahun Terlibat 23 Pencurian dan Hasilnya Dibagikan ke Teman, Ini Ceritanya"

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved