Minggu, 10 Mei 2026

Penanganan Covid

Uji Klinis Vaksin Sinovac di Unpad Bandung, 1.620 Relawan Tak Alami Efek Samping yang Berat

Jumat, 13 November 2020 16:00 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Hasil uji klinis tahap III vaksin Covid-19 Sinovac sampai saat ini memang belum diketahui.

Namun, uji klinis vaksin Sinovac yang dilakukan di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Jawa Barar, dipastikan tak ada masalah dan semua relawan disebut dalam keadaan baik-baik saja.

Harapan bagi Indonesia untuk bisa bebas dari pandemi Virus Corona atau Covid-19 menemui titik terang.

Baca: Jelang Persiapan Pembelajaran Tatap Muka & Distribusi Vaksin Covid-19, RSUI Adakan Tes Swab Gratis

Berdasarkan keterangan Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Prof Kusnaedi Rusmil, sementara ini 1.620 relawan penerima vaksin Sinovac dilaporkan tidak ada yang mengalami sakit berat.

"Uji klinik di Bandung itu uji klinik fase tiga yang hasilnya kita belum tahu, tetapi tadi pagi Prof Kusnaedi menyampaikan bahwa sudah 1.620 yang diimunisasi pertama dan 1.500 yang kedua serta sudah diambil darahnya, sampai hari ini tidak ada yang sakit berat atau yang bermacam-macam," jelas Anggota Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional Prof Dr dr Soedjatmiko, Sp.A(K).

Anggota Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional Prof Dr dr Soedjatmiko menjelaskan vaksin Covid-19 Sinovac dipilih Pemerintah Indonesia karena telah terbukti efektif dalam uji klinis fase I dan II yang dilakukan di China.

Dikutip dari Tribunnews.com, uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac fase I dilakukan pada 143 orang dewasa di China.

Baca: Satgas Covid-19: Vaksin Aman dan Tak Bahaya, Lindungi Diri dan Orang Lain yang Tak Divaksinasi

Karena aman dan ada tanda-tanda efektif, dilanjutkan dan diizinkan untuk memasuki uji klinis fase II yang dilakukan pada 600 orang dewasa di China.

Hasilnya, peningkatan kekebalan tubuh pada para relawan uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac mencapai 92 persen dalam waktu dua minggu.

"Tapi, begitu empat minggu kemudian, peningkatan anti bodi padapenerima vaksin mencapai 97 persen," papar Prof Soedjatmiko.

Nantinya, vaksin Sinovac di Indonesia diperuntukan kelompok usia 18-59 tahun yang menjadi prioritas penerima.

Pasalnya, usia 18 - 59 tahun merupakan usia produktif yang memiliki aktivitas atau keseharian yang memang memerlukan mobilitas tinggi.

Artinya bahwa memang usia-usia produktif itulah yang berpotensi sakit, meninggal, dan menularkan.

Meskipun penanganan Covid-19 di Indonesia mengarah lebih baik, pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 terus mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Sebab, kedisiplinan tersebut menjadi satu-satunya cara untuk menghindari paparan Virus Corona.

Protokol kesehatan diimbau terus dijalankan sekalipun vaksin sudah tersedia.

Sebagaimana diketahui, pemerintah lewat Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 saat ini terus menggencarkan kampanye penyuluhan protokol kesehatan 3M yaitu Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak.

Catatan Redaksi: Bersama kita lawan Virus Corona. Tribun-Video.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

(Tribun-video.com/ Rena Laila)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul UPDATE Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac , 1.620 Relawan Tidak Ada yang Sakit Berat

Reporter: Rena Laila Wuri
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved