Yandex

Terkini Daerah

POPULER: Sempat Alami Kejang setelah Turun dari Sepeda, Pesepeda di Semarang Meninggal Dunia

Senin, 26 Oktober 2020 07:11 WIB
Tribun Jateng

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang pria ditemukan meninggal dunia di tepi Jalan Brigjen Katamso, tepatnya di depan Batik Benang Ratu Majapahit, Kota Semarang pada Minggu (25/10/2020) sekitar pukul 05.30 WIB pagi ini.

Di dekat jasadnya terdapat sebuah sepeda bermerek yang populer.

Belum diketahui identitas dari pria tersebut.

Belum diketahui juga penyebab meninggalnya pria itu.

Dari penuturan sejumlah saksi mata, pria tersebut sebelumnya mengalami kejang-kejang setelah turun dari sepeda.

Saat ini, petugas medis tengah menuju ke lokasi kejadian.

Anggota Unit Laka Satlantas Polrestabes Semarang berada di lokasi tengah menyelidiki kejadian itu.

Risiko

Sejumlah kejadian pesepeda meninggal saat menjalankan hobinya itu dikaitkan dengan kemungkinan penyakit jantung.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr Michael Triangto Sp.KO, menjelaskan bila berkaitan dengan penyakit jantung tentu merupakan hal yang memungkinkan untuk para pesepeda tersebut bisa meninggal secara mendadak.

Jadi tidak berkaitan dengan penggunaan masker sebagaimana yang wajib diterapkan dalam protokol kesehatan.

Menurutnya, orang dengan riwayat gangguan jantung tentu berisiko terkena serangan jantung kapan pun, terlepas menggunakan masker atau tidak.

Mereka dapat terserang bahkan ketika tidur maupun sedang berolahraga.

Michael menjelaskan, dibandingkan dengan berdiam saja, tentu risiko kematian bagi orang dengan riwayat jantung akan meningkat ketika melakukan aktivitas seperti berolahraga.

Ketika berolahraga, otot yang bergerak akan membutuhkan lebih banyak aliran darah dan oksigen, dengan demikian jantung akan bekerja lebih keras.

Kondisi itu ditandai dengan denyut jantung yang menjadi lebih cepat.

Namun, di saat bersamaan jantung juga membutuhkan 'makanan' yakni darah yang kaya akan oksigen untuk otot-ototnya dan ini dihantarkan oleh pembuluh darah besar yang disebut arteri koroner.

Tetapi orang dengan penyakit jantung memiliki penyempitan arteri koroner sehingga aliran darah yang mengandung oksigen ke jantung pun menjadi berkurang.

Saat melakukan aktivitas berat maka akan memicu terjadinya serangan jantung.

"Kalau itu tidak mencukupi (aliran darah dan oksigen ke jantung), maka jantung akan infal, akan alami serangan jantung. Atau mengalami kerusakan, sehingga kerjanya tidak optimal, mulai merasakan nyeri dada," jelas Michael kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, bukan berarti orang dengan gangguan jantung tak bisa berolahraga, sebaliknya malah diwajibkan untuk berolahraga.

Catatannya adalah berolahraga dengan intensitas ringan yang dilakukan secara teratur dan terprogram, sehingga tidak memicu kerja terlalu berat pada jantung.

Jika berolahraga secara berkelompok, maka perlu diperhatikan irama olahraga yang dibutuhkan diri sendiri dan orang lain.

Seringnya, tak sadar malah mengikuti irama olahraga orang lain yang belum tentu cocok.

"Ini berpotensi untuk memberikan beban pada jantung daripada yang seharusnya," kata dia.

Terkait menggunaan masker ketika berolahraga, Michael bilang, tentu hal itu akan mempengaruhi sirkulasi udara, di mana mengurangi jumlah oksigen yang masuk.

Namun, bukan berarti seseorang akan meninggal karena kehabisan napas lantaran berolahraga menggunakan masker.

Menurutnya, bila seseorang sudah merasa tidak nyaman saat menggunakan masker atau dengan kata lain jadi sulit bernapas, sudah pasti akan merespons dengan melepas masker tersebut.

"Tangan kan enggak diikat, kalau mulai pusing (karena sulit bernafas) kenapa enggak dibuka? Masak kamu enggak mampu untuk buka masker sendiri yang jadi penyebab (sulit bernapas), kan aneh," kata dia.

Michael pun menekankan, memang orang akan lebih berisiko meninggal ketika olahraga, terlebih pada orang yang memiliki riwayat penyakit jantung.

Tetapi hal itu tak ada kaitannya dengan penggunaan masker.

"Jadi, bahwa orang dengan sakit jantung itu bisa meninggal adalah benar, dan bahwa orang berolahraga bisa meninggal, itu juga benar. Tapi tidak berhubungan (dengan masker)," tandasnya. (tribunjateng/rez)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul BREAKING NEWS: Seorang Pesepeda Meninggal di Jalan Brigjen Katamso Semarang Pagi Ini

Editor: Sigit Ariyanto
Sumber: Tribun Jateng
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved