Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

POPULER: Dokter Gigi Angkat Telepon Orang Tak Dikenal, seusai Ditutup Rp400 Juta di Rekening Raib

Minggu, 18 Oktober 2020 06:49 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Operator seluler Telkomsel dan Bank Danamon digugat ke Pengadilan Negeri Surabaya oleh seorang dokter gigi bernama Eric Priyo Prasetyo (43).

Ia mengaku menjadi korban aksi pembobolan empat tahun yang lalu.

Hampir Rp400 juta uangnya di rekening hilang dalam hitungan menit.

Penasihat hukum Eric, Yusron Marzuki pada Kamis (15/10/2020) pagi dia mendampingi kliennya untuk menjalani sidang mediasi.

Namun saat itu ada pihak yang berhalangan hadir, sehingga mediasi diundur pada Selasa (27/10/2020).

"Namun, karena ada pihak yang berhalangan hadir maka mediasi diundur 27 Oktober nanti," kata Yusron.

Dikutip dari Kompas.com, Sabtu (17/10/2020), eric menggugat sevara perdata Bank Danamon dan Telkomsel karena dianggap tidak memiliki itikad baik untuk mengganti kerugiannya.

"Karena sejak 2016 tidak ada ganti rugi untuk kerugian yang dialami klien kami," terang dia.

Aksi pembobolan itu terjadi pada Mei 2016 lalu.

Seorang pria yang mengaku customer service Bank Danamon menelepon kliennya dan mengatakan bahwa Eric terdaftar pada layanan bank yang menyajikan harga-harga komoditas, valas, dan saham.

Biayanya akan didebet otomatis dari rekening.

Eric sempat mengonfirmasi ke Bank Danamon di Jalan Panglima Sudirman Surabaya, namun pihak bank menyatakan tidak ada layanan seperti yang disebutkan.

Kemudian Eric diminta untuk mengabaikan dan tidak menanggapi informasi tersebut.

Beberapa saat kemudian, kode aktivasi masuk ke pesan di ponsel Eric berkali-kali selama beberapa hari.

Padahal, dia tidak sedang melakukan transaksi atau aktivasi layanan apa pun.

Ponsel Eric terus berdering beberapa pekan setelahnya, bahkan berganti-ganti nomor. 
Bahkan, pesan bernada ancaman juga diterimanya.

Merasa tidak nyaman, Eric mendatangi pusat layanan Telkomsel di Jalan Kayoon, Surabaya, untuk menutup nomor ponselnya.

Tujuh menit setelah ditutup, nomornya akif lagi dan diketahui dikloning di Grapari Kelapa Gadingm Jakarta.

"7 menit usai ditutup, nomor Pak Eric aktif lagi. Informasi dari Telkomsel, nomor tersebut dikloning di Grapari Kelapa Gading, Jakarta," ujar Yusron.

Beberapa hari setelahnya, kliennya kaget melihat saldonya di Bank Danamon tersisa sedikit.

"Dari semula sekitar Rp 400 juta tinggal sekitar Rp 500.000," ujar dia.

Setelah dicek di daftar mutasi rekening, uang tersebut mengalir ke 5 nomor rekening yang tidak diketahui sebanyak 8 kali.

Sementara itu, Regional Head Jawa Timur Bank Danamon Eka Dinata, mengaku menghormati penuh proses hukum yang saat ini sedang berjalan di Pengadilan Negeri Surabaya.

Dia juga tetap mengingatkan kepada para nasabah Bank Danamon untuk menjaga keamanan data pribadi dengan tidak memberikan data dan informasi pribadi berupa rekening atau kartu ATM/debit/kredit seperti PIN, user ID, password, kode token/OTP/M-PIN, atau CVV kartu kredit ke pihak lain, termasuk petugas bank.

(Tribun-Video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Setelah Menutup Nomor HP, Dokter Gigi Ini Kehilangan Rp 400 Juta di Rekening"

Editor: Sigit Ariyanto
Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved