Dipotong, Pohon Pisang Ini Malah Tumbuh Memiliki Enam Tandan
TRIBUN-VIDEO.COM, MARTAPURA - Sebatang pohon pisang ditemukan tumbuh unik di kebun seorang warga di Jalan Pangeran Abdurrahman RT 18 Kelurahan Keraton Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar Kalsel, Minggu (12/2/2017) siang.
Tanaman yang sejatinya hanya menghasilkan buah sebanyak satu tandan atau 'tundun' (sebutan bahasa Banjar).
Tonton juga:
Kekurangan Baju, Popok, Susu, Rumah Anggota DPRD Ini Jadi Tempat Pengungsian
Puan Maharani Sambangi Korban Banjir Tandurusa Bitung
Namun di kebun Said atau di atas sebidang tanah yang berukuran seluas 46×10 meter, pohon pisang tersebut malah berbuah sebanyak enam tandan.
Tanaman pisang tersebut menurutnya berjenis Pisang Mahoni. Ditanam sejak sekitar tiga tahun lalu, semula tanaman itu pun belum pernah menghasilkan buah.
"Proses penanamannya ya tidak berbeda seperti pohon pisang biasa lainnya," ungkapnya.
Lebih lanjut, Said menceritakan adapun tanaman pisangnya itu pertama ia temui menghasilkan buah sejak sekitar setengah bulan lalu.
Berjumlah sebanyak satu tandan, ia pun semula tak ada menemui keanehan terhadap satu dari 200 tanaman pisangnya itu.
"Namun selang seminggu kemudian keanehan mulai terlihat. Pohon pisang tersebut mengeluarkan tunas baru sehingga berjumlah dua, " ceritanya.
Masih ia yang membuatnya semakin tak habis pikir lagi ternyata selang seminggu kemudian empat tunas buah baru lainnya malah kembali muncul.
"Sehingga, kini totalnya pun sekarang berjumlah sebanyak enam tundan, " jelasnya.
Lebih lanjut, Said menceritakan lantaran keanehan itu pula sejak tiga hari yang lalu kediamannya pun terus disambangi beberapa warga yang penasaran guna melihat tanaman tersebut.
Kendati sempat terlintas ingin menjual rumah dan sebidang lahan miliknya itu lantaran ditimpa persoalan ekonomi. Namun berpegang teguh dengan amanah seorang gurunya (ustadz) kini ia pun mengurungkan niat tersebut.
"Kalau asumsi warga sih banyak. Ada yang katanya buah pisang ini nanti bagus sebagai penawar orang yang tidak memiliki anak, dan lain sebagainya. Tapi yang jelas, saya sangat bersyukur dengan tumbuhnya pisang ini," jelasnya.
Sementara Pakar Taksonomi Tumbuhan, Dosen Biologi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat, Gunawan S.Si, M.Si, menanggapi hal itu mengatakan jumlah tandan yang tumbuh pada tanaman pisang sebetulnya memang berbeda-beda.
Hal itu dipengaruhi oleh faktor varietas dan genetik tanaman pisang tersebut.
"Tapi mengingat jenis pisang ini Mahoni, kemungkinan besar disebabkan oleh adanya faktor genetik. Perubahan faktor genetik dari normal menjadi abnormal bisa disebabkan oleh pengaruh lingkungan. Kemungkinan untuk hidupnya tetap 100% persen, yg penting kondisi lingkungannya tetap mendukung untuk hidup pisang tersebut, " jelasnya.(Banjarmasin Post/Abdul Ghanie)
Video Production: Sigit Ariyanto
Sumber: Banjarmasin Post
LIVE UPDATE
Puncak Haul Syekh Muhammad Al Banjari di Banjar Digelar, Masjid Tuhfaturragibin Siap Tampung Jemaah
Rabu, 25 Maret 2026
Ngabuburit Asyik
Ngabuburit di Pasar Wadai Siring 0 Km, Berburu Bingka Khas hingga Susuri Sungai Martapura
Kamis, 19 Maret 2026
Ngabuburit Asyik
Tradisi Pembagian Bubur Samin Ramadhan, Jejak Perantau Pedagang Emas
Jumat, 6 Maret 2026
LIVE UPDATE
Sidang Panas di PN Martapura, Terdakwa Kasus Penggal Kepala Dituntut Hukuman Mati oleh JPU
Jumat, 6 Februari 2026
LIVE UPDATE
Lakukan Fungsi Pengawasan, Komisi IV DPRD Banjar Sidak Proyek RS Tipe D Gambut yang Bermasalah
Senin, 2 Februari 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.