Kamis, 9 April 2026

Mata Lokal Virtual Tour

MLVT - Tutup dari Kunjungan Publik, Begini Kondisi Satwa di Jakarta Aquarium

Jumat, 18 September 2020 20:05 WIB
TribunJakarta

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUN-VIDEO.COM - Mengikuti kebijakan pemerintah soal adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejumlah tempat wisata tutup dari kunjungan publik.

Tak terkecuali bagi objek wisata Jakarta Aquarium, di Neo Soho Mal Jakarta Barat.

Objek wisata edukasi ini memiliki luas hampir 1 hektare dengan koleksi 3000 lebih spesies satwa akuatik dan non akuatik di dalamnya.

Meski tutup saat PSBB ketat, namun kegiatan pemeliharaan masih terus berjalan.

Apalagi, ada ribuan spesies satwa di kawasan konservasi ini, diantaranya hewan khas Indonesia seperti Binturong, dan Walabi.

"Keadaan pemeliharaan tetap terus berlanjut seperti dengan keadaan normal. Bahkan beberapa memerlukan perhatian khusus dalam arti beberapa satwa membutuhkan karantina khusus," kata Head of Social, Branding, dan Communication Jakarta Aquarium, Fira Basuki, Selasa (15/9/2020).

Meski tutup dari kunjungan publik, Fira memastikan bahwa tak ada yang berubah dengan pemeliharaan para satwa baik dalam kondisi normal atau saat PSBB ini.

Mulai dari kuantitas dan kualitas makannya, nutrisinya, bahkan hingga perawatannya.

Namun hal ini lah yang nyatanya menjadi tantangan sulit bagi pengelola Jakarta Aquarium.

Memiliki lebih dari 3000 spesies hewan, tentu membutuhkan budget yang tidak sedikit dalam hal perawatannya.

Belum lagi dengan biaya listrik, lampu, AC, dan segala regulator air yang harus dibiarkan tetap menyala demi kelangsungan hidup hewan.

Semuanya, tetap harus berjalan ditengah tidak adanya pemasukan akibat penutupan sementara.

"Semua sistem kami tetap nyala. Memang, beberapa jenis satwa butuh perhatian khusus. Salah satunya ubur-ubur. Biaya kita dengan 50 persen saja, kurang lebih masih Rp3 Miliar, itu untuk semuanya," imbuhnya.

"Walaupun di bagian luar kami harus menghemat listrik dengan gak dinyalahkan, tapi di dalam kami nyalahkan karena kami gak mau membuat satwa kami dalam resiko. Karena sebagai lembaga konservasi kami bertanggung jawab penuh untuk kelestarian mereka," ujarnya.

Sejumlah satwa, tampak membutuhkan perawatan khusus ketika TribunJakarta.com berkesempatan berkunjung ke lokasi.

Akuarium yang biasanya diisi lengkap oleh satwa, kini beberapa diantaranya terlihat kosong dan gelap.

Rupanya. satwa yang tidak berada di tempatnya, membutuhkan karantina khusus saat tak ada kunjungan publik.

Namun sebagian lainnya tampak seperti biasanya.

Jalan donasi dipilih oleh Pengelola Jakarta Aquarium untuk kelangsungan hidup satwa di masa PSBB kali ini.

"Jakarta Aquarium juga memohon bantuan pemerintah dan para donatur agar membantu dengan seikhlasnya untuk keberlangsungan hidup satwa melalui donasi. Terutama, kami juga memiliki satwa khas Indonesia yang kelestariannya harus kami jaga. Untuk informasi donasi kami bagikan lewat sosial media kami," ujar Fira.(*)

Editor: fajri digit sholikhawan
Sumber: TribunJakarta

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved