Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Tak Penuhi Syarat Adat, Pengantin Wanita di Kalteng Mendadak Ambruk dan Kesurupan di Pelaminan

Rabu, 16 September 2020 18:46 WIB
Surya

TRIBUN-VIDEO.COM - Beredar di media sosial sebuah video yang menunjukkan sebuah persta pernikahan mendadak kacau.

Dalam video tersebut tampak pengantin wanita tiba-tiba ambruk dan mengalami kesurupan di pelaminan.

Pengantin wanita terdengar merintih kesakitan hingga membuat tamu undangan heboh.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (13/9/2020) di Desa Tambalalung, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Video itu diunggah di media sosial Instagram dan TikTok milik Ongky Hidayat.

Keduanya tampak serasi dengan baju adat eprnikahan ebrwarna kuning.

Mulanya, pengantin pria dan wanita yang mengenakan busana adat pengantin hendak berdiri untuk melakukan pemotretan di atas pelaminan.

Baru saja berdiri, pengantin wanita langsung terjatuh dan kemudian pingsan.

Selanjutnya, video tersebut menampilkan kondisi pengantin wanita yang menangis merintih dalam kondisi mata terpejam.

Tidak hanya tu, mempelai wanita juga mengerang seakan kesakitan saat berusaha ditolong oleh sejumlah orang.

Ia bahkan berkali-kali memanggil ibunya, sementara di sisi mempelai wanita itu terlihat warga lain berusaha mengobati si wanita.

Pihak keluarganya pun kemudian menjelaskan penyebab pengantin wanita mendadak kesurupan.

Dikutip dari Serambinews.com, Rabu (16/9/2020), pengantin wanita tersebut kesurupan akibat kekurangan bumbu-bumbu yang menjadi tradisi di daerah mereka.

Hal itu dibenarkan oleh perekam video, Ongly Hidayat.

Disampaikan Ongky, peristiwa yang direkam olehnya itu terjadi pada saat acara resepsi pernikahan yang berlangsung di kediaman mempelai wanita.

"Terjadi saat acara resepsi, akad nikah hari Jum'at (11/9/2020)," kata Ongky.

Ongky yang hadir sebagai keluarga, yakni sepupu dari mempelai pria mengaku merupakan penduduk asli Kabupaten Kapuas.

"Mempelai laki-laki orang Palangkaraya, sedangkan saya penduduk kabupaten asli dimana hajatan tersebut diselenggarakan," tutur Ongky.

Ongky memaparkan, bahwa di daerahnya ada sebuah tradisi yang oleh masyarakat sekitar dinamai dengan Pinduduk.

Pinduduk dipercaya secara turun-temurun sebagai pelindung bagi pasangan pengantin dari serangan makhluk halus.

Hal itu menjadi syarat bagi pasangan pengantin sebelum mereka mengenakan pakaian adat dan bersanding di pelaminan.

"Pinduduk itu dipercaya oleh masyarakat dari turun temurun sebagai pelindung mempelai pengantin dari gangguan makhluk halus saat kedua mempelai bersanding dipelaminan," tambahnya.

Biasanya, pinduduk dilaksanakan sebelum acara resepsi pernikahan.

Namun tergantung dari masing-masing masyarakat.

"Biasanya diletakkan di pelaminan atau di kamar pengantin," lanjut Ongky.

Dalam kasus yang terjadi pada pengantin wanita, ada syarat pinduduk yang tidak dilengkapi.

"Kata keluarga aku sih syaratnya itu kurang belum lengkap, beras kuning tampung tawar lawan kopi pahit dan manis," tulis Ongky dalam video dan kolom keterangan postingannya.

Hal itulah membuat pengantin wanita berteriak, yang menandakan dia sudah dikuasai oleh makhluk halus.

Kondisi kerasukan pada umumnya terjadi pada mempelai wanita.

Sebab wanita lebih rentan gangguan makhluk halus jika syarat pinduduk tidak dilengkapi.

Sementara pengantin laki-laki sudah mendapatkan ritual tampung tawar.

Sayang, ritual tersebut hanya sempat dilakukan terhadap mempelai lelaki saja.

Sedangkan untuk pengantin wanita, tradisi tersebut biasanya dilakukan oleh penata rias daerah yang menangani mereka.

Ongky menambahkan, kondisi pengantin wanita yang mengalami kerasukan kembali menjadi normal pada hari pelaksanaan resepsi itu juga.

Pasangan pengantin kembali bersanding di pelaminan, setelah mendapat bantuan dari para tetua adat daerah untuk menyadarkan pengantin wanita.

Video yang beredar tersebut kini telah dihapus.

(Tribun-Video.com/Serambinews.com)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Viral Pengantin Wanita Ambruk di Pelaminan karena Kesurupan, Pernikahan Kacau, Ini Penyebabnya

Editor: Tri Hantoro
Reporter: Ratu Budhi Sejati
Video Production: arvent
Sumber: Surya
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved