Yandex

Virus Corona

Wali Kota Bekasi Larang Isolasi Mandiri Bagi Warga yang Rumahnya Kurang Representatif

Rabu, 16 September 2020 07:25 WIB
TribunJakarta

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUN-VIDEO.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memastikan, pihaknya mulai sekarang melarang warga melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing jika tempatnya dianggap kurang representatif.

Rahmat mengatakan, pihaknya telah belajar dari pengalaman kasus warga positif Covid-19 yang kedapatan keluyuran saat menjalankan isolasi mandiri.

Warga tersebut tinggal di rumah kontrakan bersama satu orang anaknya di lingkungan RT05/11, Kelurahan Jakasetia, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Ia terpaksa keluar rumah untuk membeli makan karena tidak memahami betul prosedur isolasi mandiri dan minimnya pengawasan puskesmas setempat.

Ditambah, lingkungan tempat tinggalnya kurang mendukung ketersediaan pasokan makanan karena kurang terkordinir RT/RW setempat.

"Bagi pasien isolasi yang kita lakukan di rumah ini belajar dari pengalaman yang satu keluarga itu, karena di rumahnya kecil, terus penderita Covid nya ada beberapa, dan tidak resprentatif maka kita pindahkan kesini (rumah sakit darurat)," kata Rahmat, Rabu, (15/9/2020).

Dia menjelaskan, isolasi mandiri mulai sekarang hanya akan diperuntukkan bagi warga yang rumah atau kondisinya memumingkinkan.

"Bukan tidak dianjurkan yang punya dan representatif silahkan, tapi kalau rumahnya kecil lalu menularnya dua atau tiga anggota keluarga ya kita pindahkan ke sini (rumah sakit darurat)," tegasnya.

Menurut dia, tim medis baik dari rumah sakit dan puskesmas akan memutuskan pasien positif Covid-19 laik atau tidak melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Tentunya kalau pasien itu tidak ada penyakit jantung, riwayat penyakit gulanya atau penyakit penyerta bisa di bawa ke sini (rumah sakit darurat stadion)," terangnya.

"Tapi kalau di rumahnya bagus di rumahnya enak, ya tim puskesmas itu datang ke pasien ke rumahnya," tambahnya.

Sedangkan untuk pasien dengan komorbid atau penyakit penyerta, pihaknya tetap akan melakukan penanganan di rumah sakit rujukan seperti RSUD Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi.

Adapun untuk Rumah Sakit Darurat Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Pemkot Bekasi menyiapkan 100 kapasitas tempat tidur.

Tetapi mulai besok, sebanyak 57 tempat tidur sudah siap digunakan dengan fasilitas standar seperti pendingin ruangan, hepafilter dan tabung oksigen.

Di rumah sakit darurat, Pemkot Bekasi juga menyaipkan fasilitas instalasi gawat darurat (IGD) dan tim medis dokter spesialis yang berjaga. (*)

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: TribunJakarta
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved