Yandex

TribunnewsWiki

Onikomikosis, Infeksi yang Terjadi pada Kuku Manusia karena Adanya Jamur

Jumat, 4 September 2020 21:00 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Jamur kuku atau yang memiliki nama latin Onikomikosis ini merupakan infeksi yang menyerang kuku manusia.

Infeksi tersebut disebabkan oleh jamur yang ditandai dengan gejala berupa bercak putih atau kuning di bawah kuku jari tangan atau kaki.

Jamur pada kuku biasanya tidak menimbulkan keluhan.

Tetapi infeksi jamur ini terkadang bisa sangat mengganggu.

Infeksi jamur kuku terjadi akibat pertumbuhan jamur berlebih pada kuku baik di atas, atau di bawah kuku.

Jamur dapat tumbuh baik dalam kondisi lembap.

Itulah sebabnya jamur kuku lebih sering terjadi pada jari kaki yang seringkali tertutup.

Umumnya, kondisi ini diawali dengan munculnya titik putih atau kekuningan di ujung jari.

Seiring berjalannya waktu, titik putih atau kekuningan bakal jamur kuku tersebut akan menyebabkan perubahan warna, penebalan, atau pengelupasan pada sisi.

Bukan hanya pada satu lokasi jari, jamur kuku dapat terjadi pada beberapa kuku secara bebarengan.

Penyebab

Penyebab jamur kuku atau onkomikosis adalah infeksi jamur.

Jamur yang menyebabkan infeksi umumnya adalah jamur dermatofit.

Terdapat beberapa faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan terkena jamur kuku.

Salah satu faktor risikonya adalah pertambahan usia.

Jamur kuku lebih rentan terjadi pada lansia sebab kuku lansia cenderung rapuh dan kering.

Hal ini menyebabkan kuku mudah retak, sehingga dapat dimasuki oleh jamur.

Selain karena faktor usia, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena jamur kuku, yaitu:

- Sirkulasi darah yang buruk, misalnya pada penyakit arteri perifer
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pada penderita HIV/AIDS atau diabetes
- Berkeringat banyak
- Menderita kutu air
- Menderita psoriasis, karena sering mengalami luka pada kulit di sekitar kuku
- Sering berjalan tanpa alas kaki di tempat yang lembab dan penuh kerumunan orang, seperti di kamar mandi umum atau area sekitar kolam renang
- Memiliki pekerjaan atau hobi yang sering bersentuhan dengan air

Gejala

Seseorang bisa dianggap mengalami jamur kuku apabila satu atau lebih dari kuku jari tangan atau kaki menunjukkan gejala sebagai berikut:

- Penebalan kuku
- Perubahan warna menjadi lebih putih atau kuning kecoklatan
- Kuku yang rapuh, bergerigi, dan potongan-potongan kuku yang mudah patah
- Perubahan bentuk kuku
- Warna gelap yang disebabkan oleh penumpukan kotoran di bawah kuku
- Bau yang tajam
- Rasa nyeri atau tidak nyaman, terutama saat terjadi tekanan pada jari yang terinfeksi

Pengobatan

Cara mengobati jamur kuku umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama Anda sudah mengalami kondisi tersebut.

Terapi jamur kuku seringkali sulit dan membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Bahkan setelah kondisi membaik, infeksi ini dapat terjadi lagi.

Pilihan obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi jamur kuku adalah obat anti-jamur Obat ini dapat berupa obat minum atau obat topikal (oles) yang dioleskan pada kuku, atau kombinasi keduanya.

Obat antijamur minum biasanya dijadikan pilihan pertama karena dapat mengatasi infeksi jamur lebih cepat daripada obat oles.

Lama pengobatan biasanya berkisar 6-12 minggu, namun hasil pengobatan baru dapat diamati saat kuku sudah kembali tumbuh sehingga lama pengobatan bisa mencapai 4 bulan.

Obat anti-jamur minum yang biasanya digunakan untuk mengatasi jamur kuku adalah terbinafin, itrakonazol, flukonazol, dan posakonazol.

Namun penggunaan obat anti-jamur minum dalam waktu lama dapat menyebabkan efek samping pada fungsi hati sehingga pemeriksaan fungsi hati mungkin diperlukan.

Obat anti-jamur topikal dapat berupa krim atau cat kuku yang mengandung obat.

Cat kuku dioleskan pada kuku dan kulit di sekitarnya.

Setelah satu minggu, cat kuku dihapus dan kemudian dioleskan cat kuku yang baru.

Cara ini terus diulang hingga kira-kira 1 tahun. (TribunnewsWiki.com/Rest)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan Judul Onikomikosis (Jamur Kuku)

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved