Travel
Surga Pecinta Barang Antik di Maliboro, Koin Lawas Jadi Jujukan Kolektor Belanda
TRIBUN-VIDEO.COM - Bagi warga Yogyakarta mungkin tak asing lagi dengan pasar barang antik di sekitaran Malioboro.
Lapak itu berada di gang kecil tepatnya di samping Pasar Beringharjo.
Aneka jenis barang antik banyak ditemui.
Mulai dari koin lawas, guci, alat cap batik, hingga uang kertas jadul puluhan tahun dan prangko keluaran tahun 1980 an.
Ada belasan lapak di tempat tersebut.
Mereka mengandalkan wisatawan untuk berbelanja.
Semakin lama usia barang antik di sana, semakin tinggi pula harga yang ditawarkan.
Selain wisatawan lokal, kolektor dari negara Malaysia juga kerap mampir untuk memesan alat cap batik.
Tak hanya itu, wisatawan mancanegara lainnya dari Belanda pun lebih dari sekali datang berkunjung ke gang kecil itu untuk memburu barang antik.
Seorang pedagang barang antik, Feri Zamlan, mengungkapkan dirinya memulai lapaknya sejak tahun 1998.
"Sejak tahun 1998 saya di sini. Banyak kolektor dari luar daerah ke sini. Dari Belanda itu sering ke sini," katanya saat ditemui Tribunjogja.com, Selasa (25/8/2020).
Ia mengatakan, paling sering para kolektor barang jadul dari Belanda tersebut memburu koin lawas.
"Koin lawas paling sering diburu oleh orang Belanda. Gak tahu, mungkin punya nilai historis bagi negaranya," imbuh dia.
Berbeda dengan kolektor asal Belanda, pemburu barang antik dari Malaysia justru sering meminta alat untuk pembuatan batin cap.
Feri mengungkapkan, ia berharap besar pada libur akhir tahun yang akan datang.
Pasalnya, di waktu-waktu tersebut banyak para kolektor memburu barang antik.
"Tapi sekarang kan pandemi. Ya pasti ada penurunan. Tapi ya kami berharap akhir tahun sudah normal lagi," tutup pria kelahiran Palembang ini. (TRIBUNJOGJA.COM)
Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Koin Lawas di Malioboro Jadi Jujukan Kolektor Belanda
Sumber: Tribun Jogja
Local Experience
Misteri dan Sejarah Plengkung Gading di Alun-Alun Kidul Jogja
Selasa, 31 Maret 2026
Tribunnews Update
Gubernur DIY Sri Sultan HB X Gelar Silaturahmi, Ribuan Warga Rela Antre Berjam-jam Demi Bisa Salaman
Senin, 30 Maret 2026
Local Experience
Mataram Islam Berdiri 1586 di Kotagede Berperan Sebar Islam Jawa lalu Runtuh karena Pengaruh Belanda
Jumat, 27 Maret 2026
Local Experience
Masjid Gedhe Kauman Salah Satu Ikon Bangunan Sejarah Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningirat
Jumat, 27 Maret 2026
Ngabuburit Asyik
Dari 3.800 Porsi Gratis Jogokariyan hingga Kicak Kauman, Hangatnya Ramadhan di Yogyakarta
Kamis, 19 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.