Minggu, 12 April 2026

OVERVIEW

OVERVIEW: 75 Tahun Merdeka, Ekonom UNS Sebut Perjalanan Ekonomi Indonesia dan Status Negara Maju

Jumat, 14 Agustus 2020 22:06 WIB
TribunSolo.com

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUN-VIDEO.COM - Siklus 10 tahunan saat ini bisa dikatakan tengah mendera Indonesia bersamaan dengan adanya pandemi Corona.

Itupun membikin sektor-sektor terdampak, khususnya jasa menjadi terpukul dan perlu beradaptasi.

Pengamat ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS) Kota Solo, Lukman Hakim menyampaikan kondisi itu seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan sektor manufaktur dan pertanian di Indonesia.

Atau bisa dikatakan, 'kembali ke dasar' menjadi hal yang bisa dipilih pemerintah guna merespon siklus yang tengah melanda.

"Sektor jasa saat ini tengah WFH, kondisi seperti ini manufaktur lemah, banyak PHK," kata Lukman dalam Overview Tribunnews bertema 'Indonesia Maju, Kita Bisa Apa?', Kamis (13/8/2020).

Kedua sektor itu, lanjut Lukman, sering diabaikan tatkala krisis tak lagi menjangkit.

"Pertanian dan UMKM sebenarnya bisa menggerakan konsumsi publik," ujarnya.

Apalagi berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II 2020 terperosok -5,23 persen.

Dituturkan Lukman, terperosoknya PDB itu lantaran sektor konsumsi yang lemah akibat pandemi Corona.

Itu pun bisa ditumbuhkan kembali bila mendongkrak sektor pertanian dan UMKM yang di dalamnya banyak terdapat industri kreatif.

"Indonesia akan tumbuh, basis konsumsinya dalam sektor pertanian dan UMKM," tandasnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Indonesia Hadapi Siklus 10 Tahunan saat Pandemi, Ekonom UNS: Industri Kreatif & Pertanian Penyelamat

 
Editor: fajri digit sholikhawan
Sumber: TribunSolo.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved