Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Ngaku Belajar Online, Gadis-gadis Remaja di Bawah Umur Ini Ternyata Live Show di Grup Pornografi

Jumat, 14 Agustus 2020 19:12 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Sebelumnya, tim Cyber Crime Polres Metro Jakarta Barat menangkap tiga tersangka yang menjadi admin grup pornografi berbayar pada 5 Agustus 2020 lalu.

Para gadis remaja belasan tahun yang dipekerjakan sebagai pemeran dalam grup pornografi online tersebut kerap berpura-pura sedang belajar online di rumah.

"Orangtuanya taunya dia lagi belajar online. Taunya dia live show," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya saat dikonfirmasi, Jumat (14/8/2020).

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya mengatakan, saat jadwal siaran langsung tiba anak-anak yang berusia 14 tahun tersebut akan mengurung diri di kamarnya seorang diri dan melakukan adegan pornografi.

Saat orangtua si anak bertanya, dia akan mengaku sedang belajar online dan tak ingin diganggu.

Padahal, mereka sedang melayani nafsu bejat dari orang-orang yang berlangganan grup pornografi di aplikasi Line.

Arsya juga mengatakan, anak-anak tersebut mau melakukan pornoaksi itu lantaran diiming-imingi bayaran yang menggiurkan bagi anak usia 14 tahun tersebut, oleh admin dari grup itu.

Dikutip dari Kompas.com, perbuatan para tersangka tercium setelah Polres Metro Jakarta Barat melakukan patroli siber beberapa waktu belakangan.

Anggota kepolisian menemukan sebuah akun Twitter yang menawarkan netizen untuk bergabung dengan grup pornografi berbayar mereka.

Untuk berlangganan, setiap orang diminta membayar uang sekitar Rp 100.000 - Rp 300.000 tergantung jenis layanan yang diinginkan.

Sementara khusus untuk layanan siaran langsung kegiatan seksual aktivitas seksual anak-anak di bawah umur, mereka meminta pelanggan membayar Rp 150.000 per pertunjukkan.

Dari usaha pornografi ini, para tersangka ini mendapatkan keuntungan hingga Rp4.000.000 per bulan.

Setelah cukup bukti, polisi menangkap ke tiga orang tersangka di kawasan Kapuk Poglar, Jakarta Barat, pada 5 Agustus 2020 lalu.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 45 Ayat 1 juncto Pasal 27 Ayat 1 UU RI no 19 tahun 2016 tentang perubahan UU RI no 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara. (Tribun-video.com/ Rena Laila)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Anak-anak yang Lakukan Pornoaksi Pura-pura Belajar Online untuk Mengelabui Orangtua"

Editor: Tri Hantoro
Reporter: Rena Laila Wuri
Video Production: Bintang Nur Rahman
Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved