Yandex

Terkini Nasional

Fahri Hamzah Menerima Penghargaan Tanda Kehormatan dari Presiden Jokowi

Jumat, 14 Agustus 2020 07:16 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Eks Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mendapatkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Nararya dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Fahri, pada momen peringatan hari kemerdekaan, Presiden merupakan Kepala negara yang berperan dalam menjaga persatuan.

"Pada momen-momen 17-an seperti ini, presiden sebagai kepala negara tentu lebih menonjol menjaga persatuan kita, menjaga simbol-simbol negara kita," kata Fahri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Sebagai negara demokrasi, menurut Fahri bangsa Indonesia harus bisa memelihara persatuan dan kebersamaan.

Apalagi di tengah kondisi Pandemi Covid-19 sekarang ini.

"Saya kira itulah momennya sekarang bagi kita semua untuk mempersatukan bangsa kita," katanya.

Sebelumnya diberitakan, pemberian tanda jasa dan tanda kehormatan kepada Fahri Hamzah menuai komentar banyak orang.

Mereka menilai Fahri tidak pantas mendapatkan tanda kehormatan tersebut karena sering berseberangan dengan pemerintah.

Pengamat politik Ray Rangkuti mempertanyakan pemberian Bintang Mahaputra Nararya oleh pemerintah kepada Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

Menurutnya pemberian penghargaan kepada kedua tokoh tersebut terkesan terburu-buru.

Padahal pemberian itu bisa dilakukan kapan saja jika merujuk UU No 20 Tahun 2009.

"Mengapa dilakukan segera? Padahal dalam UU No 20/2009 ketentuan pemberian itu tidak dengan menyebutkan waktu. Jadi, sangat mungkin pemberian penghargaan itu dilakukan tahun depan atau bahkan satu tahun sebelum masa pemerintahan Jokowi berakhir," ujar Ray Rangkuti, kepada wartawan, Rabu (12/8/2020).

Selain itu, dia menyoroti pemberian yang terburu-buru ini menimbulkan polemik khususnya di kalangan pendukung Jokowi.

Pasalnya, Fadli Zon dan Fahri Hamzah dikenal sebagai dua pimpinan DPR yang paling banyak memiliki pendapat berbeda dengan Presiden Jokowi.

"Perbedaan yang kadang-kadang dapat menimbulkan ketegangan di antara pendukung Jokowi dan oposisi. Maka reaksi negatif seketika menyeruak dari kalangan pendukung Jokowi pascaadanya info pemberian penghargaan ini," kata dia.

Di sisi lain, Ray melihat derajat penghargaan Bintang Mahaputra Nararya merupakan level terendah.

Dimana penghargaan itu adalah kelas kelima dari kategori Bintang Mahaputra.

Menurutnya banyak warga sipil tanpa jabatan tinggi negara juga mendapatkan Bintang Mahaputra Nararya.

Karenanya Ray mempertanyakan apakah negara melihat tidak ada sesuatu yang luar biasa dipikirkan, dilakukan atau diperjuangkan oleh kedua tokoh tersebut.

"Artinya, prestasi mereka biasa-biasa saja. Maka bintang kehormatan yang mereka dapatkan tidak lebih karena mereka berdua pernah menjadi pimpinan DPR. Bukan karena prestasi luar biasa di bidang politik atau lainnya, sebagaimana disebutkan dalam UU sebagai alasan pemberian bintang kehormatan terhadap orang perorang," kata dia.

Namun, dia melihat ada pesan kuat dari penghargaan kepada Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

Bahwa setajam apapun perbedaan tidak boleh menghambat untuk terus saling memberi respek.

Ray mengatakan pesan ini perlu ditangkap, khususnya pendukung presiden Jokowi, agar tidak mudah melakukan pelaporan kepada aparat keamanan atas dasar tuduhan memfitnah, mencemarkan nama baik.

"(Pelaporan kepada aparat keamanan itu menjadi) Gejala yang marak terjadi di era kepemimpinan pak Jokowi, saat ini. Kita harus tetap cermat memilah mana kritik mana pidana," tandasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Komentar Fahri Hamzah Setelah Mendapat Penghargaan dari Presiden Jokowi

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Ananda Bayu Sidarta
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved