Yandex

Terkini Daerah

Gilang 'Bungkus' Ditangkap di Kapuas setelah di-DO Unair, Polisi: Sudah Ada 3 Laporan Masuk

Sabtu, 8 Agustus 2020 07:11 WIB
Tribunnewsmaker.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Terduga pelaku fetish kain jarik, Gilang ditangkap di Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Kamis (6/8/2020) sore.

Gilang ditangkap setelah polisi membentuk tim gabungan, yakni dari Polda Jatim, Polrestabes Surabaya, Polda Kalteng dan Polres Kapuas.

Penangkapan Gilang ini dibenarkan oleh Kanit Resmob Polrestabes Surabaya Iptu Arif Risky.

Iptu Arif Risky menjadi pemimpin langsung operasi penangkapan pelaku.

Mantan mahasiswa Universitas Airlangga itu ditangkap di Kapuas, Kalimantan Tengah.

"Betul kami menangkap G di Kapuas, Kalteng," kata Arif saat dikonfirmasi Jumat (7/8/2020), dikutip dari Kompas.com.

Sebelumnya, Gilang sempat menjalani rapid test Covid-19.

Tes dilakukan di RSUD Kapuas pada Jumat pagi.

Hasilnya juga sudah keluar yakni dinyatakan nonreaktif.

Setelah menjalani rapid test, Gilang kemudian diterbangkan ke Surabaya.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Gilang sudah sampai di Mapolrestabes Surabaya.

Di sana ia akan menjalani pemeriksaan secara intensif terkait kasus pelecehan seksual yang menjeratnya.

"Tadi pagi diterbangkan ke Surabaya.

Pukul 11 siang tadi sudah sampai di Mapolrestabes Surabaya," ujar Arif.

Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim telah menerima tiga laporan terkait pelecehan seksual fetish kain jarik.

Sebelumnya, polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan korban yang terkait laporan tersebut.

Selain menggali keterangan dari saksi dan korban, petugas juga menggeledah indekos Gilang dan menyita sejumlah barang pribadi terduga pelaku.

Selain berurusan dengan polisi, Gilang juga tidak bisa melanjutkan pendidikannya.

Ia dikeluarkan dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Pelaku sebelumnya merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unair Surabaya.

Gilang dianggap telah mencoreng nama baik kampus.

Ia dinilai melanggar kode etik.

Pihak kampus Unair telah mengambil keputusan untuk mengeluarkannya.

Langkah tersebut sesuai dengan keputusan komite etik kampus.

"Unair telah mengambil keputusan melakukan droup out (DO) kepada yang bersangkutan sesuai keputusan komite etik kampus," kata Ketua Pusat Informasi dan Humas Unair, Suko Widodo saat dikonfirmasi, Rabu (5/8/2020), dikutip dari Kompas.com.

Sebelum keputusan DO diambil, Rektor Unair Prof Muhammad Nasih, kata dia, sudah mengonfirmasi yang bersangkutan beserta orangtua sebagai wali mahasiswa.

"Pihak wali mahasiswa menyesali perbuatan putranya dan menerima apapun keputusan pihak kampus," ucap Suko.

Tindakan Gilang, menurut Suko dianggap mencoreng nama baik Unair sebagai institusi pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral.

Pertimbangan lainnya, pihak kampus juga memperhatikan pengaduan sejumlah korban yang merasa dilecehkan dan direndahkan martabatnya oleh Gilang.

Media sosial sebelumnya dihebohkan dengan cerita viral soal dugaan pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa di Surabaya.

Kasus tersebut bermula dari cuitan seseorang yang mengaku sebagai korbannya.

Ia membagikan peristiwa yang dialaminya lewat Twitter.

Kasus ini sontak viral dan menyita perhatian publik.

Banyak yang geram dengan tindakan pelaku.

Cerita mengenai pelecehan seksual ini pun sampai menduduki trending di Twitter.

Bermula dari korban yang membagikan kisahnya lantaran tidak ingin ada korban lain.

Korban menulis judul Predator " Fetish Kain Jarik" Berkedok Riset Akademik dari Mahasiswa PTN di SBY.

Pada unggahannya tersebut, ia turut menyertakan bukti foto serta tangkapan layar chat dengan pelaku.

Pelecehan yang dialaminya ini berkaitan dengan fetish yang dimiliki Gilang, yakni membungkus korbannya dengan kain jarik.

Fetish diketahui merupakan kondisi manusia terangsang terhadap sebuah objek akibat fantasi seksual.

Diceritakan korban, pelaku ini memaksa lawan bicaranya untuk membungkus seluruh tubuhnya dengan kain jarik setelah sebelumnya kaki, tangan, mata, serta telinga ditutup menggunakan lakban.

Pelaku berkedok ingin melakukan penelitian ilmiah.

Jika permintaan tersebut tidak dikabulkan, pelaku lantas mengeluarkan ancaman hingga korban merasa tertekan.

Setelah kasus ini viral, korban lain pun banyak bermunculan.

Rupanya sudah banyak yang diduga mengalami pelecehan oleh Gilang yang mengaku mahasiswa Surabaya ini.

Di media sosial beredar DM Instagram dari Gilang yang mengusik para mahasiswa baru atau yang belum memasuki dunia perkuliahan.

Tak hanya meminta follback Instagram, Gilang juga kerap menunjukkan keinginannya untuk 'membungkus'. (Tribunnewsmaker.com/ Listusista)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewsmaker.com dengan judul Setelah di-DO Unair, Gilang 'Bungkus' Fetish Kain Jarik Ditangkap di Kapuas, Kini Diperiksa Polisi

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: Tribunnewsmaker.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved