Yandex

Tribunnews Update

POPULER: Demi Lunasi Utang Rp100 Juta sang Ayah, Anak SMA di Kutai Kartanegara Rampok Toko Emas

Minggu, 2 Agustus 2020 07:45 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Demi membayar utang Rp100 juta sang ayag yang dipenjara karena narkoba, seorang remaja 16 tahun bersedia saat disuruh merampok sebuah toko oleh Muhammad Rizky Yahya.

Remaja asal Kutai Kartenegara ini mengaku bahwa dirinya dijanjikan uang Rp50 juta apabila berhasil merampok toko emas tersebut.

Dikutip dari Kompas.com, diketahui pelaku merampok toko emas bersama dengan dua orang lainnya yang juga masih duduk di bangku SMA.

Salah satu pelaku lainnya mengaku ingin membeli ponsel baru. Ia mengaku selama ini saat belajar dari rumah, ia menggunakan ponsel milik orangtuanya.

Diketahui, tiga siswa SMA itu merampok toko emas pada Kamis (30/7/2020) sekira 08.30 Wita.

Mereka menggunakan dua sepeda motor yang sudah dipreteli untuk menyamarkan jejak.

Sesampainya di toko emas, tiga pelaku yang mengenakan penutup wajah dan membawa airsoft gun serta senjata tajam melompati etalase.

Namun saat pemilik toko berteriak dan warga berdatangan, ketiganya justru memutuskan untuk melarikan diri tanpa membawa apa-apa.

Warga pun berhasil menangkap salah satu pelaku, sementara dua orang pelaku lainnya kabur dengan menggunakan mobil yang terdapat Rizki di sana.

Ketiganya kabur ke arah Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Namun dua siswa SMA diturunkan di tengah jalan oleh Rizki hingga keduanya ditangkap polisi.

Kapolres Kutai Kartanegara, AKBP Andrias Susanto Nugroho mengatakan ada dugaan Rizki menyuruh 3 siswa SMA itu untuk merampok karena adanya persaingan bisnis.

Andrias mengatakan, otak perampokan itu ternyata pedagang emas di sebelah toko yang dirampok.

Dugaan itu diperkuat dengan adanya informasi tambahan bahwa Rizki sempat terlibat cekcok dan adu mulut dengan pemilik toko emas yang dirampok.

Sedangkan kini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap Rizki yang disebut sempat menabrak posko Covid-19 di wilayah perbatasan Kabupaten Penajam Utara dengan Kabupaten Pase.

"Saat dikejar kita berupaya menghentikan mobil itu, tapi dia berusaha kabur. Kita kejar terus mobil pelaku hilang kendali tabrak posko Covid-19. Dia lalu kabur ke hutan," jelas dia.

Andrias menjelaskan, tiga siswa tersebut dikenakan Pasal 265 KUHP Jo Pasal 53 KUHP Jo Pasal 2 UU Darurat Nomor 12/1951 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Anak SMA Rampok Toko Emas untuk Lunasi Utang Rp 100 Juta Sang Ayah yang Dipenjara karena Narkoba"

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved