Yandex

Doa Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Puasa Arafah, Lengkap dengan Keutamaannya dan Jadwal

Selasa, 28 Juli 2020 15:10 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Berpuasa pada bulan Dzulhijjah merupakan anjuran dari Allah SWT karena satu diantara bulan yang baik.

Terkait puasa Dzulhijjah ada satu hadits riwayat Abu Daud yang menjelaskan:

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari Asyura (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, awal bulan di hari Senin dan Kamis." (Hadits Riwayat Abu Daud).

Selain itu, dalil ini pun diperkuat dalam hadits riwayat Ibnu Abbas, Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Tidak ada hari yang amal sholeh, lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari yang sepuluh ini (10 hari pertama bulan Dzulhijjah)."

Wakil Sekretaris PWNU DIY, Ustaz Muhajir mengatakan, puasa sunnah yang dapat dilakukan pada tanggal 1-7 Dzulhijjah yang disebut puasa Dzulhijjah.

Lalu disambung dengan puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah dan diakhiri tanggal 9 Dzulhijjah disebut puasa Arafah.

Berikut penjelasan waktu pelaksanaanya

- Puasa Dzulhijjah dimulai pada Rabu (22/07/2020) hingga Selasa (28/07/2020)

- Puasa Tarwiyah mulai Rabu (29/07/2020)

- Sedangkan Puasa Arafah pada Kamis (30/07/2020).

Namun, Ustaz Muhajir menambahkan, apabila tidak melakukan puasa Sunah Dzulhijjah tetap boleh melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah.

Berikut niat puasa Dzulhijjah 1441H/2020M:

Sebelum melaksanakan ibadah puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah, sebaiknya membaca lafaz niat di dalam hati, seperti berikut ini:

Puasa Dzulhijjah

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala.

Niat Puasa Tarwiyah

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Latin: Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta'ala.

Niat Puasa Arafah

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Latin: Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta'ala

Artinya : Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta'ala.

Dilarang Berpuasa Pada Hari Ini

Ada beberapa hari yang dilarang untuk bagi muslim untuk berpuasa yaitu pada Idulfitri, Iduladha dan tanggal 11,12,13 Dzulhijjah.

Pada tanggal 11,12,13 Dzulhijjah inilah yang dinamakan dengan hari Tasyrik.

Di mana termasuk hari-hari yang tidak diperbolehkan untuk berpuasa.

Mengapa demikian?

Ustaz Muhajir, dilarangnya berpuasa pada hari Tasyrik karena hari tersebut merupakan hari yang harus dirayakan.

"Pada masa itu, kita (umat muslim) melakukan perayaan maka hendaklah mengikuti perayaan tersebut, karena itu hari-hari makan dan minum," jelasnya kepada TRIBUNJOGJA.COM, pada Minggu (25/07/2020).

Dilarangnya berpuasa pada hari Tasyrik pun dijelaskan dalam beberapa hadis, berikut kutipannya:

1) Sabda Rasulullah SAW dalam HR. Abu Daud terkait hari Tasyrik :

عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَوْمُ عَرَفَةَ وَيَوْمُ النَّحْرِ وَأَيَّامُ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الإِسْلاَمِ وَهِىَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ (رواه أبو داود)

Artinya: “Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir, bahwa Rasulullah SAW bersabda: hari Arafah (9 Dzul Hijjah), hari Idul Adha (10 DzulHijjah) dan hari-hari Tasyrik merupakan hari raya kita umat Islam. Hari-hari tersebut merupakan hari makan dan minum.” (HR. Abu Daud).

2) Ibnu Rajab dalam bukunya Lathaif al-Ma’arif menjelaskan alasan keharaman berpuasa pada hari Tasyrik:

نهي عن صيام أيام التشريق لانها أعياد للمسلمين مع يوم النحر، فلا تصام بمنى ولا غيرها عند جمهور العلماء خلافا لعطاء في
قوله: إن النهي يختص بأهل منى.

Di mana kutipan berikut menjelaskan, larangan berpuasa pada hari Tasyrik karena hari raya umat Islam, disamping hari raya kurban.

Oleh sebab itu, menurut mayoritas ulama, tidak diperbolehkan berpuasa di Mina maupun di tempat lain.

3) Hadis riwayat Ka’b bin Malik pun menjelaskan terkait hari Tasyrik

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – بَعَثَهُ وَأَوْسَ بْنَ الْحَدَثَانِ أَيَّامَ التَّشْرِيقِ فَنَادَى: أَنَّهُ لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلاَّ مُؤْمِنٌ . وَأَيَّامُ مِنًى أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ.

Artinya: "Bahwasannya Rasulullah SAW mengutus Ka'ab da Aus bin Al Hasadasan pada hari-hari Tasyrik. Lalu beliau memanggul (seraya mengatakan) bahwa tidak ada yang dapat masuk surga kecuali orang mukmin, dan hari-hari Mina (hari Tasyrik) adalah hari-hari makan dan minum". (HR.Muslim)

Hadis-hadis tersebut sangat jelas menggambarkan bahwa pada hari Iduladha dan tiga hari setelahnya yang disebut hari Tasyrik adalah hari dilarang berpuasa.

Ustaz Muhajir menjelaskan lagi, pada masa itu (hari Tasyrik) masih disunahkannya untuk menyembelih hewan kurban.

Oleh karena itu, umat Islam seluruhnya, baik kaya atau miskin akan menyantap daging hewan kurban tersebut. ( Tribunjogja.com | Nanda Sagita Ginting )

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Bacaan Doa Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Puasa Arafah Sebelum Idul Adha

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved