Yandex

Olahraga

Atlet Renang Indah Naima Syeeda Bicara Soal Olahraga Kecintaannya yang Unik dan Berisiko Benturan

Jumat, 24 Juli 2020 07:46 WIB
Warta Kota

TRIBUN-VIDEO.COM - Naima Syeeda Sharita, atlet renang indah Indonesia membagikan pandangannya soal olahraga renang indah yang telah membesarkan namanya.

Menurut atlet kelahiran 20 Oktober 2000, olahraga renang indah yang memadukan unsur tari, senam dan renang membuat renang indah menjadi olahraga unik.

Ada tiga kategori yang biasanya diperlombakan di renang indah yaitu solo, duet, dan tim.

Meskipun terbilang unik, untuk kategori duet dan tim menyimpan tantangan beresiko yang selalu mewanti-wanti agar seluruh skuat menjaga konsentrasi.

"Duet dan tim memang beresiko, tapi kategori tim yang paling tinggi resikonya jika tidak konsentrasi. Biasanya berbenturan di dalam air dan mengakibatkan cedera," ujar Naima saat live bersama Warta Kota, Kamis (23/7/2020).

"Kan tim ada delapan orang, empat duluan yang masuk ke dalam kolam. Jika yang pertama arahnya ke kiri maka yang kedua harus ke kanan, agar tidak berbenturan di dalam air, begitu pula selanjutnya, tapi terkadang ada yang lupa sehingga mengenai tubuh rekan lainnya," imbuhnya

Konsentrasi penuh, fokus serta daya ingat akan gerakan pun menjadi penting kala mulai meloncat ke dalam kolam.

Bukan hal mudah. Naima pun menyadari betapa sulitnya untuk sesuai dengan rencana awal timnya saat berlatih.

"Saya sendiri pernah mengalami benturan di dalam air dan mendapat cedera. Jika ada satu saja yang kehilangan fokus, maka akan bermasalah. Tak hanya benturan, irama gerakan di dalam air pun bisa terganggu," tuturnya.

Tak ingin menyebut jera akibat berbenturan, atlet peraih medali perunggu SEA Games tahun 2017 ini justru menganggap cedera karena benturan adalah hal biasa di renang indah khususnya kategori tim.

Nyaris pensiun dini

Sebelumnya, Naima Syeeda Sharita pengah mengatakan dirinya nyaris pensiun dini dari dunia renang.

Dikenal sebagai atlet muda berprestasi, namun Naima punya ketakutan tersendiri terhadap cedera yang dialaminya sejak tahun 2016 lalu.

Bahkan, di tahun yang sama atlet kelahiran 20 Oktober 2000 ini hendak menyerah karena faktor cedera MCL pada lutut kiri.

MCL adalah medial collateral ligament/ligamen menghubungkan tulang paha ke tulang kering di sisi dalam lutut.

Faktor yang menyebabkan cederanya kambuh, yaitu latihan yang berlebihan dan kaki yang tertendang saat di dalam air (kontak fisik).

"Sampai saat ini masih ada rasa khawatir akan cedera. Dulu terlintas untuk menyerah. Hanya saja saya terinspirasi nonton Asian Para Games. Mereka yang kekurangan tetap semangat dan meraih prestasi. Masa saya yang lengkap, dan cuma cedera saja sudah mau menyerah?," ujar Naima kepada Warta Kota, Sabtu (4/7/2020) kemarin malam.

Naima pun bertekad untuk bangkit dan menjalani pemulihan cedera.

Agar semakin terarah, ia menjalani program pemulihan dari fisioterapsi yang ia temui.

Namun, hingga saat ini, Naima mengatakan cedera yang dialaminya sejak 2016 lalu, menjadi cedera kambuhan.

"Jadi cedera ini kambuh lalu sembuh, ternyata kambuh lagi," tutupnya.(Wartakotalive/Rafzanjani Simanjorang)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Atlet Cantik Naima Syeeda Bicara Soal Renang Indah, Olahraga Unik dan Berisiko Benturan

Editor: Radifan Setiawan
Sumber: Warta Kota
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved