Yandex

Viral Video

Viral Video Seorang Wasit Jadi Korban Penganiayaan saat Laga Persahabatan di Stadion Patriot Bekasi

Selasa, 14 Juli 2020 16:16 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com,Yusuf Bachtiar

TRIBUN-VIDEO.COM - Insiden keributan di sebuah pertandingan sepak bola terjadi di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, peristiwa itu membuat seorang wasit menjadi bulan-bulanan amuk pemain.

Pertandingan yang berlangsung pada, Minggu, (12/6/2020) itu mempertemukan klub Champas FC dan Yutaka FC.

Laga kala itu dipimpin oleh wasit bernama Wahyudin (29), dia saat dikonfirmasi mengaku, sempat dinjak-injak oleh pemain yang kesal karena keputusannya.

"Masalah keputusan offside, pemain ini protes sama saya, diinjek dari belakang, pas terjatuh saya langsung diinjek-injek pas itu saya kurang sadar," kata Wahyudin, Selasa, (14/7/2020).

Dia menjelaskan, Champs FC dan Yutaka FC merupakan dua klub sepak bola lokal, pertandingan di Stadion Patriot kemarin merupakan ajang silaturahmi.

Tim yang pada saat itu merasa dirugikan ialah Champas FC, keputusan Wahyudin menilai penyerang dari klub tersebut terjebak offside.

Dari situ, para pemain Champas FC merasa keputusan wasit keliru, mereka protes dan langsung terjadi insiden penyerangan.

"Jadi pokoknya pas dia enggak terima kejadian itu pemainnya hampirin saya dari belakang, nendang saya, terus saya terjatuh terlentang, pas saya jatuh itu langsung dibales muka saya dan wajah saya diinjek," terangnya.

Usai mendapatkan penganiayaan, Wahyudin sempat pingsan, pandangannya langsung gelap akibat hantaman sepatu bola yang mendarat diwajahnya.

"Pakai sepatu pool itu kondisinya lagi main diinjek pakai kaki, abis itu udah gelap saya enggak sadar, nggak tau ada lagi yang nendang saya siapa-siapa lagi, pokoknya saya ingatnya pelaku yang pertama," paparnya.

Adapun pada pertandingan itu, aturan umum permainan sepak bola tetap dijalankan. Namun, karena pertandingan sebatas ajang silaturahmi, wasit yang bertugas saat itu hanya satu orang.

Pertandingan tidak menggunakan asisten wasit, yakni dua orang hakim garis yang memutuskan apakah seorang pemain dalam posisi offside atau onside.

"Kita kan pakai wasit satu (tanpa hakim garis), kita pakai asisten wasit aja suka salah kan (keputusan), terjadi juga di liga-liga (profesional)," ucapnya.

"Sementara itu kan ajang silatutahmi, bukan adu gengsi, bukan turnamen, bukan tarkam (antar kampung), ini sekedar sepak bola aja seharusnya mereka mengerti saya, menghargai saya," tegas dia. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Wasit Korban Penganiayaan Laga Persahabatan di Stadion Patriot Bekasi Tempuh Jalur Hukum

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Aditya Wisnu Wardana
Sumber: TribunJakarta
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved