SOLO ON CAM
Panduan Salat Iduladha 2020 di Tengah Pandemi Covid-19 dari Kemenag
TRIBUN-VIDEO.COM - Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan panduan penyelenggaraan Salat Iduladha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441H/2020M menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19.
Panduan penyelenggaraan Salat Iduladha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441H/2020M tertuang dalam Surat Edaran No SE. 18 Tahun 2020 yang ditandatangani Menteri Agama, Fachrul Razi.
Menurut Menteri Agama, salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban dapat dilaksanakan di semua daerah, kecuali pada tempat-tempat yang dianggap masih belum aman Covid-19 oleh Pemerintah Daerah/ Gugus Tugas Daerah.
Pelaksanaan Salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban juga harus memperhatikan protokol kesehatan dan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat.
“Edaran ini diharapkan menjadi petunjuk penerapan protokol kesehatan pada pelaksanaan salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban dengan menyesuaikan pelaksanaan tatanan kenormalan baru atau New Normal,'' kata Fahrul Razi.
''Dengan begitu, pelaksanaan salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban dapat berjalan optimal serta terjaga dari penularan Covid 19,” ungkapnya dilansir dari laman Kemenag.
Berdasarkan surat edaran tersebut, Kemenag menyampaikan bahwa Salat Iduladha boleh dilakukan di lapangan/masjid/ruangan.
Namun dalam pelaksanaannya ada syarat yang harus dipenuhi.
Berikut ini persyaratan Sholat Iduladha di lapangan/masjid/ruangan:
a. Menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan;
b. Melakukan pembersihan dan disinfeksi di area tempat pelaksanaan;
c. Membatasi jumlah pintu/jalur keluar masuk tempat pelaksanaan guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan;
d. Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/ hand sanitizer di pintu/jalur masuk dan keluar;
e. Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu/jalur masuk. Jika ditemukan jamaah dengan suhu kurang dari 37,5'C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan memasuki area tempat pelaksanaan;
f. Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus minimal jarak 1 meter;
g. Mempersingkat pelaksanaan salat dan khutbah Idul Adha tanpa mengurangi ketentuan syarat dan rukunnya;
h. Tidak mewadahi sumbangan/sedekah jemaah dengan cara menjalankan kotak, karena berpindah-pindah tangan rawan terhadap penularan penyakit;
i. Penyelenggara memberikan imbauan kepada masyarakat tentang protokol kesehatan pelaksanaan salat Idul Adha yang meliputi:
1) Jemaah dalam kondisi sehat;
2) Membawa sajadah/alas salat masing-masing;
3) Menggunakan masker sejak keluar rumah dan selama berada di area tempat pelaksanaan;
4) Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer
5) Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan;
6) Menjaga jarak antar jemaah minimal 1 (satu) meter;
7) Mengimbau untuk tidak mengikuti salat Idul Adha bagi anak-anak dan warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berrisiko tinggi terhadap Covid-19.
(*)
Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Panduan Sholat Idul Adha 2020 di Tengah Pandemi Covid-19 dari Kemenag
Sumber: Tribun Pontianak
Live Update
Kementerian Agama Pastikan Tidak Ada Pembatasan Usia Calon Jamaah Haji 2025
Jumat, 2 Mei 2025
BREAKING NEWS
LIVE: Sidang Isbat Kemenag Penentuan 1 Syawal 1446 H, Idul Fitri Jatuh Pada Senin 31 Maret 2025?
Sabtu, 29 Maret 2025
TRIBUNNEWS UPDATE
Hasil Sidang Isbat: Kemenag Tetapkan Awal Puasa 1 Ramadhan 1446 H Jatuh Pada1Maret2025
Jumat, 28 Februari 2025
Nasional
RESMI! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1446H Jatuh pada Sabtu 1 Maret 2025, Kompak dengan Muhammadiyah
Jumat, 28 Februari 2025
Ramadan 2025
Menag Nasaruddin Umar Pimpin Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan 1446 H Sore Ini
Jumat, 28 Februari 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.