Yandex

Tribunnews Update

Cerita Dokter di Makassar Rawat 190 Orang Pasien Covid-19 Sendirian: Ini Jelas Tidak Sebanding

Jumat, 3 Juli 2020 07:55 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang dokter di Makassar bernama Dokter Sugih Wibowo (37) merawat 190 pasien positif Covid-19 tanpa menerima insentif sama sekali.

Ia menjadi satu-satunya dokter yang diberi tanggung jawab merawat pasien Covid-19 dalam program duta wisata Covid-19 Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Harper, Makassar.

Sebelumnya ia bekerja di Puskesmas Maros sejak (25/5/2020).

Ia rela meninggalkan istri dan anaknya yang masih berusia tiga bulan demi tugas dan tanggung jawab kemanusiaan.

Meskipun begitu, ia tidak menyangka menjadi satu-satunya dokter yang merawat 190 pasien di Hotel Harper.

Berbeda dengan hotel-hotel lain yang menjadi tempat program wisata Covid-19 lainnya yang diisi beberapa dokter.

Dikutip dari Kompas.com, Kamis (2/7/2020), ia mengatakan hanya ditemani tiga perawat saat bertugas.

Mereka bertugas secara bergantian.

"Di sini saya hanya sendirian dokter dan ditemani tiga orang perawat tangani 190 pasien. Kita bagi shift, digilir, dan tetap saling backup," kata Sugih.

Ia sangat sadar terhadap risiko terpapar dan kelelahan.

Namun hal itu tidak menyurutkan Sugih dan tiga perawat untuk merawat pasien Covid-19 setiap hari.

Menurutnya jumlah tenaga medis di tempatnya bekerja dengan jumlah pasien sangatlah tidak sebanding.

"Ini jelas tidak sebanding. Jumlah pasien di sini dengan kami. Selama 24 jam full saya standby terus. Saya memang mengajukan diri, tapi tidak berpikir kalau sampai sendiri begini," kata Sugih.

Selama menangani pasien Covid-19, Sugih mengaku menemui pasien dengan keluh kesahnya sendiri.

Meski umumnya menangani pasien Covid-19 yang berstatus orang tanpa gejala (OTG), tetapi kebanyakan pasien merasa tidak nyaman.

Dia mengatakan ada pasien yang mengalami stres saat dikarantina hingga mengalami keguguran.

Ada juga pasien yang ingin bunuh diri.

Meskipun begitu, harus tetap ia tangani.

"Semua itu harus dan mau tidak mau saya langsung tangani," ucap Sugih.

Dikutip dari Kompas.com, Kamis (2/7/2020), ia mengatakan sudah menerima perpanjangan tugas sebagai penanggung jawab sebanyak tiga kali.

Hal ini di luar ekspektasinya. Kerinduan terhadap istri dan anaknya yang masih berusia 3 bulan menjadi imbasnya.

Dia hanya bisa meneteskan air mata kala tak bisa bersentuhan lagi dengan keluarganya.

"Kalau terlalu rindu saya pasti menangis. Saya juga kecewa tidak berpikir diperlakukan seperti ini," ujar Sugih.

Kesedihan Sugih tak berhenti di sini, insentif yang dijanjikan Presiden Joko Widodo tak kunjung diterimanya sampai saat ini.

Dia pun kecewa lantaran segalanya telah dia curahkan demi merawat pasien yang terpapar virus corona.

Kekecewaan itu kadang memuncak ketika istrinya menanyakan pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan keperluan sang anak. (Tribun-Video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kisah Dokter di Makassar yang Seorang Diri Rawat 190 Pasien Covid-19

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Ratu Budhi Sejati
Video Production: Ramadhan Aji Prakoso
Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved