TERKINI NASIONAL

Menlu Retno Sorot Persoalan Pengungsi Rohingya dalam Pertemuan Menlu ASEAN-Australia

Rabu, 1 Juli 2020 20:20 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan

TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Retno Marsudi menyoroti permasalahan pengungsi Rohingya dalam Pertemuan Khusus Para Menlu Se Asean – Australia secara virtual, Selasa (30/6/2020).

Retno Marsudi menjelaskan, Indonesia belum lama menerima sebanyak 99 pengungsi Rohingya yang masuk ke Indonesia pada tanggal 24 Juni 2020.

“99 orang tersebut terdiri dari 43 orang dewasa yaitu 30 perempuan 13 laki-laki dan 56 anak-anak dibawah 18 tahun yang terdiri dari 43 anak perempuan dan 12 anak laki-laki,” kata Retno marsudi dalam konferensi pers daring dengan Media, Selasa (30/6/2020).

Dalam forum tersebut Menlu Retno mengungkapkan, Indonesia memutuskan untuk sementara menerima para pengungsi yang datang atas dasar kemanusiaan.

Meskipun Indonesia sendiri sedang dilanda krisis akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Selain faktor kemanusiaan, Indonesia juga akan mendalami lebih jauh kemungkinan para pengungsi adalah korban penyelundupan dan perdagangan manusia.

Menlu menyampaikan agar negara di kawasan terus meningkatkan kerjasama melawan kejahatan lintas negara, termasuk perdagangan orang dan penyelundupan manusia.

Tanpa kerjasama dengan negara lain, menurutnya akan sulit untuk memerangi kejahatan lintas negara ini.

“Dalam konteks ini kerjasama antara ASEAN dan Australia sangat penting dalam penanggulangan kejahatan lintas negara yang terorganisir,” ujar Retno

Menlu juga kembali menekankan dalam statement di pertemuan tersebut, Indonesia akan terus melakukan upaya untuk mengembalikan para pengungsi ke tempat asalnya yaitu di Rakhine State, Myanmar.

“Prioritas utama kita adalah membawa kembali para pengungsi Rohingya ke negara asalnya di Rakhine State, Myanmar dengan cara yang aman, sukarela dan bermartabat,” ujar Menlu.

Indonesia juga mendorong agar Myanmar segera menciptakan situasi yang kondusif di Rakhine State.

“Saya menekankan bahwa situasi kondusif di Rakhine state harus segera di ciptakan. Apabila tidak maka penderitaan orang-orang Rohingya akan terus berlanjut,” ujarnya.(*)

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Reporter: Lendy Ramadhan
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: Tribunnews.com

KOMENTAR

Video TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved