Yandex

Terkini Daerah

Alasan Risma Sujud dan Menangis di Hadapan Dokter, Tak Ada Akses Komunikasi Dengan RSUD dr Soetomo

Selasa, 30 Juni 2020 14:09 WIB
Surya

TRIBUN-VIDEO.COM - Alasan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini atau yang sering disapa Risma sujud di kaki dokter, masih menjadi tanda tanya.

Kenapa Wali Kota yang banjir penghargaan itu sampai harus sujud di kaki seorang dokter?

Menurut laporan wartawan Surya.co.id di lapangan, kejadian itu bermula dari pertemuan Pemkot Surabaya dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), terkait kasus Virus Corona atau Covid-19 di Surabaya.

Berikut fakta sebenarnya, kejadian Wali Kota Risma sujud di kaki dokter, dan jawaban dokter atas tuduhan Risma tak bisa komunikasi dengan RSUD dr Soetomo.

1. Kronologi Kejadian

Kejadian ini bermula dari adanya keluhan salah satu dokter, yang juga merupakan ketua tim Pinere (Penyakit Infeksi Emerging dan Remerging) RSUD dr Soetomo Surabaya, dr Sudarsono, mengenai membludaknya pasien di RS karena Covid-19.

Kepada Risma, dokter tersebut menyatakan, salah satu penyebab membludaknya rumah sakit karena banyak warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Dokter itu menuturkan masih banyak anak muda yang nongkrong, meski pasien Covid-19 terus bertambah.

"Mari kami mengajak konsolidasi dan koordinasi dengan Surabaya. Faktanya memang Surabaya banyak," kata dr Sudarsono.

"Selain itu, saya melihat di jalan jalan banyak warga dan ABG yang nongkrong di warung," ucap dia.

Mendengar ucapan itu, Risma mengatakan semua camat dan lurah di Kota Surabaya sudah dikerahkan.

Ia mengatakan kampung tangguh yang berdiri di Kota Surabaya sudah berhasil.

Tapi, kini, banyak pasien dari penghuni rumah mewah yang positif Covid-19.

2. Risma Sujud

Risma pun sontak mendekati dokter tersebut dan bersujud di dekat kakinya.

Sambil tersedu Risma menyatakan bahwa pihak Pemkot Surabaya tidak memiliki akses untuk berkomunikasi dengan RSUD dr Soetomo, yang berada di bawah kewenangan Pemprov Jawa Timur.

"Kami tidak bisa masuk Rumah Sakit dr Soetomo Pak, kami bisa kalau rumah sakit yang lain.

Kalau Bapak nyalahkan kami, kami enggak terima, kami tidak bisa masuk di sana," ujar Risma yang mengungkapkan perasaannya di hadapan dokter.

Usai dibujuk sejumlah orang yang hadir, Risma kembali berdiri dan melanjutkan audiensi.

Dokter Sudarsono pun melanjutkan permohonannya kepada Pemkot Surabaya agar bisa melakukan mediasi untuk mencari solusi terkait penanganan Covid-19 di RSUD dr Soetomo.

Setelah beberapa saat berjalan, Risma kembali bersujud di hadapan dokter tersebut.

"Tolonglah, kami jangan disalahkan terus. Apa saya rela warga saya mati? Kita masih ngurus pukul 03.00 pagi orang meninggal yang warga bukan Surabaya, kami masih urus itu," kata Risma.

Di akhir audensi, Risma menyebut ada yang menganggap dirinya bodoh karena mendapat tekanan dari pihak luar dan dianggap tak bekerja mengendalikan penyebaran Covid-19.

Kepada para dokter yang hadir di Balai Kota, Risma menyebut dirinya tak pantas menjabat sebagai kepala daerah.

"Saya memang goblok, saya enggak pantas jadi wali kota," kata Risma sembari menangis. (*)

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Alasan Risma Sujud di Kaki Dokter, Ungkap Tak Bisa Komunikasi dengan RSUD Dr Soetomo, Ini 5 Faktanya

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: Surya
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved