Yandex

Terkini Daerah

Tanggapan BI terkait Uang Palsu yang Dicetak 3 Pelaku: Sangat Rendah Sekali, Serasa Masih Coba-Coba

Selasa, 30 Juni 2020 12:14 WIB
TribunSolo.com

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUN-VIDEO.COM, KLATEN – 3 orang ditangkap oleh Polres Klaten karena mencetak dan berniat mengedarkan uang palsu (upal) di Kabupaten Klaten.

Dalam hasil cetakan upal, salah satu pengurus Bank Indonesia (BI) cabang Surakarta mengatakan hasil cetakan sangat rendah, serasa masih belajar.

Hal tersebut disampaikan Purwanto, Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) Bank Indonesia (BI) cabang Surakarta, di Polres Klaten, Senin (29/6/2020).

"Barang bukti yang ditemukan, kualitasnya sangat rendah sekali, kualitas kertasnya juga rendah, terlihat mereka masih belajar alias coba-coba," ucap Purwanto.

Ia mengatakan untuk mengetahui uang tersebut palsu atau tidak, itu sangat mudah melalui pola 3D.

"Uang ini sangat mudah dipastikan palsu dengan metode dilihat, diraba dan diterawang atau 3D," kata Purwanto.

Purwanto menjelaskan untuk metode dilihat, terjadi banyak perbedaan cukup menonjol

Jika dilihat dari perbedaan uang asli dan uang palsu dari pelaku, uang palsu tersebut terlalu gelap, tidak secerah dengan aslinya.

"Selain itu, di uang resmi dari BI terdapat collor shifting, memang ada indikasi pembuatan, tetapi yang ini tidak berubah, karena dicetak hanya dengan satu warna saja, yang asli itu akan berubah warga apa bila dilihat dari sudut pandang lain," kata Purwanto.

Pur mengatakan dalam uang pecahan 100 ribu rupiah, emisi 2016, saat dilihat akan terlihat sebuah angka 100 di uang buatan BI tersebut.

"Mereka menggunakan cetakan yang sangat jelek, maka ketiga poin ini pada upal mereka buat tidak ada," jawab Pur.

Ia melanjutkan untuk metode selanjutnya, yaitu diraba, dalam uang buatan BI, cetakan pada angka terasa dan ada kode untuk tuna netra.

"Kalo diraba, ada cetakan timbul di angka dan ada baris untuk blind code tuna netra, untuk pecahan 50 ribu, ada garis dua, begitupula dengan pecahan dibawahnya, ditambahkan garis," tutur Pur.

Lalu, Pur menjelaskan cara yang terakhir yaitu diterawang, uang dari BI ada logo BI yang presisi, dan sama.

"Untuk uang yang mereka tidak seperti aslinya, tidak presisi dan sama, dan ttanda air dalam upal itu tidak ada," ujar Pur.

Lanjut, Pur meminta untuk masyarakat untuk tetap teliti dalam menerima uang.

Pur mengatakan, masyarakat masih tidak melakukan metode ini saat menerima uang dari orang lain.

"Sebenarnya uang ini secara dicek dengan metode 3D sudah ketahuan ini palsu, namun sayangnya masyarakat tidak memeriksa uang yang ia dapatkan itu, harapannya masyarakat bisa lebih teliti dalam menerima uang dari siapa saja,"harapnya. (*)

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Aditya Wisnu Wardana
Sumber: TribunSolo.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved