Yandex

Terkini Daerah

BEM PTS se-Jawa Timur Gelar Aksi Demo di Depan Kantor LLDIKTI Jatim, Tuntut Potongan SPP PTS

Selasa, 30 Juni 2020 12:11 WIB
Surya

TRIBUN-VIDEO.COM  - Seruan aksi mahasiswa turun jalan di depan kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah VII Jawa Timur oleh Aliansi BEM PTS Jawa Timur berlangsung tertib, Senin siang (29/6/2020).

Aksi dipicu sebelumnya audiensi LLDIKTI wilayah VII dengan Aliansi BEM Surabaya dan Aliansi BEM Malang Raya pada Kamis lalu, terdapat beberapa point belum menemukan titik temu.

Audensi terkait pembahasan Permendikbud No.25 Tahun 2020

Dalam aksi serentak ini, mahasiswa membatasi jumlah mahasiswa yang ikut dengan hanya membawa sebanyak 100 mahasiswa dengan tetap menggunakan masker serta menggunakan almamater masing-masing.

Demi menyuarakan tuntutan untuk keringanan biaya SPP PTS, mahasiswa rela bergantian berorasi hingga kepala LLDIKTI Wilayah VII keluar menemui mahasiswa.

Sepanduk paling depan bertuliskan PTS Bukan Anak Tiri seakan menjadi hal yang tengah dirasakan mahasiswa perguruan tinggi swasta.

Koordinator Daerah BEM PTS Jawa Timur, Muhammad Riski Rama Duta menjelaskan kehadiran mahasiswa di depan kantor LLDIKTI Wilayah VII memberikan sinyal kepada Kemendikbud untuk melihat permasalahan perguruan tinggi di tengah pandemi ini.

"Jumlah Perguruan tinggi swasta di Indonesia tidak kurang dari 3.000, ini merupakan jumlah yang fantastis. Peranan mahasiswa di dalamnya juga luar biasa untuk membangun bangsa dan negara ini," ujarnya.

Koordinator BEM Malang Raya, Mahmud yang ikut dalam aksi ini telah melihat iktikad baik Kemendikbud yang saat ini sudah menyiapkan dana Rp 1 triliun untuk Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia.

"Anggaran 1 triliun yang disiapkan Kemendikbud dalam realisasinya masih belum nampak sama sekali, dan angka itu juga terbilang kecil," ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Aliansi BEM Surabaya, Eko Pratama menjelaskan aksi ini ditujukan untuk memperjuangkan
hak - hak mahasiswa untuk menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Swasta di tengah pandemi.

"Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah mengeluarkan Peraturan tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi pada PTN di lingkungan Kemendikbud, munculnya peraturan itu sebenarnya sudah memberikan lampu hijau bagi mahasiswa di PTN, akan tetapi dalam pengaplikasiannya masih belum maksimal," ungkap Eko.

Eko berharap aksi ini bisa menjadi gerakan berestalasi nasional untuk memperjuangkan nasib mahasiswa PTS diseluruh Indonesia dalam melanjutkan pendidikan perguruan tinggi masing-masing.

Wajah para mahasiswa akhirnya sumringah saat Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dr. Ir. Soeprapto, DEA keluar menemui mahasiswa untuk menjawab tuntutan mahasiswa.

"Saya disini akan membantu mahasiswa, merdeka," tegas Soeprapto saat menemui mahasiswa.

Semua tuntutan telah ditandatangani dan disetujui oleh Prof. Dr. Ir. Soeprapto, DEA., agar perguruan tinggi memberikan kompensasi berupa potongan 50 persen.

Tuntutan berikut  adalah LLDIKTI Wilayah VII Jatim diminta mendesak Kemendikbud untuk memberikan regulasi yang jelas atas subsidi bantuan anggaran relaksasi SPP kepada perguruan tinggi swasta (PTS).

Kemudian LLDIKTI Wilayah VII Jatim diminta mengawal implementasi kebijakam Kemendikbud Nomor 25 tahun 2020 terhadap perguruan tinggi

Ketiga LLDIKTI Wilayah VII Jatim diharapkan mendorong perguruan tinggi memberikam transparasi dan membuka transparasi pengelolaan keuangan.

Selanjutnya LLDIKTI Wilayah VII Jatim diminta turut serta menyelesaikan persoalan relaksasi SPP dengan membangun koordinasi dan kerjasama bersama bersama pemerintah daerah. (*)

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Sejumlah Tuntutan BEM PTS se-Jawa Timur saat Beraksi di Depan Kantor LLDIKTI Jatim

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Winda Rahmawati
Sumber: Surya
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved