Yandex

Terkini Metropolitan

Ajak Anak Dibawah Umur Demo Tolak RUU HIP Tanpa Masker, KOWANI Minta KPAI Tindak Tegas Panitia

Selasa, 30 Juni 2020 10:27 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) melaporkan ke komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait Pelanggaran UU Perlindungan Anak terhadap pelibatan Anak pada Aksi Demo Penolakan RUU HIP.

Ketua Bidang Sosial Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga (Soskeskel) KOWANI, Khalilah mengungkapkan kegelisahannya kepada Komisioner KPAI, Susianah.

"Harapan kami ini bisa ditindak secara tegas," ujar Khalilah di kantor KPAI, Jakarta, Senin (29/6/2020).

Kowani melaporkan sejumlah panitia yang melakukan aksi yaitu FPI, GNF, Alumni 212 dan Edi Mulyadi selaku koordinator lapangan aksi demo RUU HIP para 24 Juni 2020, di depan DPR.

Diantaranya juga terkait adanya pelanggaran protokol kesehatan, dimana sejumlah anak yang turut serta dalam aksi demo tidak dibekali masker atau penerapan jarak fisik.

Khalila berujar KOWANI merasa prihatin dan menyayangkan hal tersebut.

Dikarenakan ditengah kondisi dunia dan bangsa kita yang sedang mengalami krisis Pandemi Covid 19 anak-anak justru dilibatkan dalam kegiatan demonstrasi.

"Saat ini kita ada di masa pandemi, di masa pandemi Indonesia tidak menunjukan penurunan kasus, yang ada makin melonjak," ungkapnya.

Khalila mengungkapkan pada Minggu 28 Juni 2020 tercatat penambahan kasus
Covid 19 secara global sebanyak 167.614 dimana Indonesia berada di peringkat pertama se ASEAN.

Bahkan Indonesia memiliki kasus kematian terbanyak di Asia tenggara yakni mencapai 2.720 korban jiwa.

Ditambah lagi berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) per tanggal 22 Juni 2020 Kematian Kasus Covid 19 pada Anak di Indonesia adalah tertinggi di ASIA bahkan di dunia.

"Data dari Ikatan dokter anak menunjukan angka kematian covid pada anak itu terbesar di Indonesia. Itu sangat mengerikan," lanjutnya.

Kowani melaporkan hal ini Kepada KPAI, karena panitia telah melanggar Pasal 15 UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan perlu diteruskan untuk diproses secara hukum agar ada efek jera.

"Aksi pelibatan anak kemarin itu banyak dan mereka tidak menggunakan masker. Kowani khawatir eksploitasi kepada anak dapat diulang-ulang kembali dan ini dapat mengganggu karakter anak bangsa," lanjutnya.

Khalila juga menyampaikan apresiasi kepada kepolisian yang bertugas saat itu untuk mengamankan sejumlah anak saat demonstrasi agar tidak terpapar Covid-19. (*)

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Larasati Dyah Utami
Video Production: arvent
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved