Yandex

Terkini Daerah

Bengkel Sepeda Turun Temurun Pak Dun Ramai Pelanggan

Selasa, 30 Juni 2020 10:23 WIB
Tribun Jateng

TRIBUN-VIDEO.COM - Tak hanya penjual sepeda saja yang kebanjiran berkah tren sepedaan, pengusaha bengkel sepeda pun turut mendulang pundi-pundi rupiah yang menjanjikan.

Satu di antaranya bengkel sepeda milik Shoffodun (56) di tepi Jalan Kaliwungu, Pandean, Desa Krajan Kulon, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal.

Sejak dua bulan terakhir, bengkel khusus sepeda yang dikelola Pak Dun (Nama panggilan Shoffodun) kebanjiran orderan.

Katanya, sejak berdirinya bengkel pada 1994 silam, tahun 2020 lah menjadi tahun teramai bengkelnya.

Kepada tribunjateng.com, Pak Dun bercerita, bengkel yang dikelola bersama istrinya tersebut mulai ramai sejak bulan pertama 2020.

Saat itu, minimal 2-3 orang datang ke bengkelnya dengan keluhan kerusakan yang bermacam-macam.

Namun, dalam dua bulan terakhir, bengkel sepeda Pak Dun kebanjiran orderan hingga kuwalahan.

Hal tersebut karanya setelah tren sepedaan mulai digandrungi semua lapisan masyarakat.

Atas berkah tersebut, dalam sehari Pak Dun bisa mengantongi ratusan ribu hingga Rp1 juta.

"Alhamdulillah tahun ini yang paling ramai setelah banyak warga yang senang pit-pitan untuk mengisi waktu luangnya," ujarnya di Kendal, Minggu (28/6/2020).

Bengkel sepeda Pak Dun sendiri buka setiap hari mulai pukul 09.00 - 16.00, dan libur saat hari raya dan setiap Jumat Keliwon.

Dengan 3 karyawan pembantu, dalam sehari Pak Dun bisa merampungkan hingga 10 sepeda rusak.

Harga perbaikannya pun bervariatif tergantung jumlah komponen yang diganti serta besar kecilnya kerusakan.

Biasanya, kategori rusak kecil seperti perbaikan stang, jok, rem, hingga rantai dibanderol belasan ribu hingga puluhan ribu saja.

Akan tetapi saat diharuskan pergantian komponen seperti ban baru, palek ban, penambahan kerangka lain bisa mencapai Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribuan.

"Kalau harga tergantung kerusakan, semakin banyak yang diganti semakin mahal."

"Untuk palek misalnya ganti baru kita kenai biaya Rp 90 ribuan tergantung kualitas barang juga," ujarnya.

Tak hanya memberikan jasa perbaikan, bengkel Pak Dun juga menyediakan spare pack khusus sepeda.

Biasanya, stok spare pack ia beli di Kota Semarang guna memudahkan perbaikan sepeda.

Tak hanya itu, bagi masyarakat yang hendak membeli spare pack tertentu juga tetap dilayani selama persediaan masih ada.

Semua jenis sepeda umu bisa diperbaiki oleh Pak Dun.

Hanya saja, laki-laki yang kini tinggal di Krajan Kulon ini kesulitan memperbaiki sepeda saat komponen pengganti sulit ditemukan.

Semisal sepeda khas Bandung, hingga sepeda-sepeda mahal yang digandrungi masyarakat menengah ke atas.

"Kesulitan saya ya kalau komponennya gak ada. Kita mau cari kemana, di luar kota juga tidak mesti ada, karena harus pesan dulu," terangnya.

Agar tidak mengecewakan pelanggannya, Pak Dun bisanya menyiasati perbaikan dengan cara sederhana.

Dengan catatan meminta kepada pemilik sepeda agar menunggu dalam beberapa hari lagi.

Hingga kini daftar antrean sepeda di bengkel Pak Dun mencapai puluhan unit.

Beberapa di antaranya menunggu antrean perbaikan hingga 3 - 7 hari ke depan.

Beberapa yang lain bisa digarap dalam sehari dengan prioritas kerusakan ringan.

"Alhamdulillah waktu ramai ini kalau stok ban luar tadinya 25 biji habis dalam dua pekan, sekarang 50 biji ban habis sepekan."

"Belum palek baru 10 stel untuk 2 hari habis," tutur laki-laki 56 tahun tersebut.

Kebolehan Pak Dun dalam memperbaiki sepeda tak datang begitu saja. Sejak kecil, ia selalu ikut sang ayah yang juga sebagai tukang bengkel sepeda.

Dari kegemarannya ikut ke tempat kerja ayahnya, Pak Dun pun mulai mempraktekan apa yang ia lihat dari ayahnya.

Hingga ayahnya meninggal, Pak Dun yang kemudian meneruskan usaha ayahnya sebagai penawar jasa perbaikan sepeda.

"Awalnya memang susah belahar nyetel ruji roda maupun rantai."

"Kelamaan bisa, dan terus dikembangkan sampai bisa semuanya," katanya.

Shoffodun mengaku bersyukur atas keberkahan yang ia dapatkan untuk menafkahi keluarganya.

Kini pihaknya juga memperkerjakan 3 karyawan pembantu yang merupakan saudaranya ia sendiri.

Ia berharap pekerjaannya menjadi berkah bagi keluarganya maupun masyarakat umum.

"Pinginnya sih ramai terus, teyapi sudah tua capek juga. Se-dikasihnya saja berapapun rizkinya," tuturnya. (Tribunjateng.com/Saiful Ma'sum)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Tren Gowes Bikin Bengkel Sepeda Turun Temurun Pak Dun Kendal Ramai Pelanggan

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Muhammad Eka Putra
Sumber: Tribun Jateng
Tags
   #bengkel sepeda   #sepeda   #Kendal
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved