Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

POPULER Video Detik-detik Presiden Jokowi Marahi Para Menteri: Saya Jengkel, Apa Tak Punya Perasaan

Selasa, 30 Juni 2020 07:25 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Joko Widodo tampak mengungkapkan kejengkelannya kepada para menteri dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/6/2020).

Hal tersebut tampak dalam unggahan video yang diunggah di akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6/2020).

Dalam video tersebut, Presiden Jokowi tampak kesal lantaran merasa para menternya tidak mempunyai perasaan dan tujuan yang sama dalam penanganan Covid-19.

Dikutip dari channel YouTube Sekretariat Presiden, Jokowi dengan nada tinggi tampak menegur para menteri yang masih bersikap biasa saja.

Padahal saat ini pemerintah tengah berada pada masa krisis baik itu akibat pandemi Covid-19 maupun dampaknya terhadap perekonomian.

"Saya lihat, masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ. Ini apa enggak punya perasaan? Suasana ini krisis!" ujar Jokowi dengan nada tinggi.

Dalam tegurannya, Presiden Jokowi juga turut memberikan contoh, masalah yang membuatnya kesal.

Misalnya saja banyaknya anggaran yang saat ini masih belum dicairkan.

Ia menyebut, anggaran kesehatan sudah diberikan sebanyak Rp75 triliun, namun yang cair baru sekitar 1,53 persen saja.

Presiden Jokowi juga turut menyinggung penyaluran bantuan sosial yang masih belum optimal 100 persen di saat masyarakat menunggu bantuan tersebut.

Dengan nada tinggi, ia kembali mengingatkan para menteri bahwa mereka harus bekerja ekstra keras di masa krisis untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

Jokowi pun meminta semua anggota kabinet memahami situasi krisis saat ini, dan memiliki kebersamaan dalam menghadapinya.

(Tribun-Video.com/Nila)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Marahi Para Menteri: Krisis tapi Dianggap Biasa, Saya Jengkel!"

Editor: Aprilia Saraswati
Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved