TribunnewsWiki
Hari Ini Dalam Sejarah: Dimulainya Perang Korea Utara dan Korea Selatan Berlangsung selama 70 Tahun
TRIBUN-VIDEO.COM, SEOUL - Tepat di tanggal ini 70 tahun yang lalu, Perang Korea dimulai yang melibatkan Korea Utara dan Korea Selatan.
Sampai sekarang kedua negara secara teknis masih berperang, karena perang yang berlangsung sampai 1953 itu berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.
Harapan untuk berdamai hingga kini juga belum menemui titik terang, karena hubungan antara dua negara bertetangga itu kembali memanas belakangan ini.
Para pemimpin Korsel pada 1953 menentang ide gencatan senjata, yang membuat semenanjung Korea terbelah.
Kini 70 tahun berselang sejak dimulainya perang itu, para veteran perang Korsel akan berkumpul untuk memperingati peristiwa tersebut.
Salah satunya termasuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan para pemimpin negara-negara lainnya yang dijadwalkan akan menyampaikan pesan di sebuah video.
Surat kabar Korea Utara di halaman depannya memuat komentar yang menyerukan orang-orang untuk mengikuti jejak para pendahulunya yang membela negara.
"Beberapa dekade telah berlalu, tetapi bahaya perang tidak pernah meninggalkan tanah ini," tulis koran itu yang dikutip Reuters Kamis (25/6/2020).
Koran tersebut juga menyalahkan "pasukan musuh" karena berusaha menghancurkan Korut.
Dua tahun lalu KTT antara Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un, dan para presiden dari AS, Korsel, dan China sempat membuka harapan kalaupun Korut tidak mengurangi senjata nuklirnya, keempat pihak itu mungkin secara resmi sepakat untuk mengakhiri perang.
Namun harapan-harapan itu kini telah pupus.
Korut menuduh AS dan Korsel enggan meredakan permusuhan, dan Washington menekan Pyongyang untuk menyudahi produksi senjata nuklir dan rudal jarak jauhnya.
Serangkaian pertemuan dan pembicaraan-pembicaraan berikutnya untuk meredakan ketegangan tidak membuahkan hasil, dan Korut justru kian gencar melakukan konfrontasi.
Di antaranya adalah peluncuran rudal jarak pendek, meledakkan kantor penghubung Korut-Korsel di Kaesong, dan memutus hotline komunikasi dengan Korsel.
Pada Rabu (24/6/2020), Korut memutuskan untuk menunda tindakan militer ke Korsel, tetapi memperingatkan tetangganya itu untuk "berpikir dan berperilaku bijak".
Para sejarawan memperkirakan, perang ini mungkin telah menewaskan 1 juta prajurit militer dan jutaan warga sipil.
Ribuan keluarga juga harus terpisah ketika Zona Demiliterisasi (DMZ) membagi semenanjung itu jadi dua dan dijaga sangat ketat.
Perang Korea yang belum terselesaikan menghancurkan Korea, dari pemisahan ribuan keluarga hingga militerisasi ekstrem Semenanjung Korea," kata Christine Ahn koordinator internasional untuk WomenCrossDMZ kelompok advokasi perdamaian Korea.
Sementara itu Wakil Menteri Luar Negeri Korsel Cho Sei-young pada Rabu (24/6/2020) menekankan pentingnya mengakhiri gencatan senjaya untuk beralih ke perdamaian.
"Sudah saatnya bagi Korea untuk menjaga perdamaian dan keamanannya sendiri, dengan mengakhiri gencatan senjata saat ini dan membangun perdamaian permanen di Semenanjung Korea," ujarnya dikutip dari Reuters Kamis (25/6/2020). (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Hari Ini dalam Sejarah: Perang Korea Dimulai, Tewaskan Jutaan Warga Sipil dan Militer
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: Kompas.com
Mancanegara
Kim Jong Un: Perang Iran Bukti Korut Benar Miliki Senjata Nuklir, Agar Teroris AS Tak Berani Serang
Jumat, 27 Maret 2026
Tribunnews Update
Rangkuman Konflik AS-Iran: Nuklir Korut Ancam Washington, Rudal IRGC Hantam Markas Tercanggih AS
Kamis, 26 Maret 2026
Tribunnews Update
Korea Utara Ungkap Pergerakan Senjata Nuklir, Kim Jong Un Beri Peringatan Penting atas Ancaman AS
Kamis, 26 Maret 2026
Mancanegara
Korut Perkuat Nuklir di Tengah Perang Iran! Kim Jong Un: Realitas Dunia Kini Penuh Kekerasan Sepihak
Selasa, 24 Maret 2026
Mancanegara
Korut Manfaatkan Konflik Iran-AS untuk Perkuat Senjata Nuklir, Kim Jong-un: Keamanan Jangka Panjang
Selasa, 24 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.