Terkini Nasional
Pemerintah akan Buka Kawasan Pariwisata Alam secara Bertahap, Wishnutama: Jangan Sampai Ada Kasus
TRIBUN-VIDEO.COM - Pemerintah Indonesia mengumumumkan bahwa kawasan pariwisata alam sudah bisa dibuka secara bertahap.
"Kawasan-kawasan pariwisata alam yang direncanakan akan dibuka secara bertahap untuk memulai aktivitas berbasis ekosistem dan konservasi dengan tingkat risiko Covid-19 yang paling ringan," kata Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo dalam konferensi pers virtual, Senin (22/6/2020).
Doni menuturkan, pembukaan kembali wisata alam diserahkan kepada pemerintah setempat.
"Keputusan pembukaan pariwisata alam yang berada di 270 Kabupaten/Kota pada zona hijau dan kuning diserahkan kepada Bupati dan Walikota. Untuk zona lain akan diatur sesuai kesiapan daerah dan pengelola kawasan," kata Doni.
Selanjutnya, Doni memaparkan beberapa syarat bagi pengelola tempat wisata alam yang ingin membuka kembali bisnisnya yakni sebagai berikut:
1. Tempat wisata berada di zona hijau atau zona kuning.
2. Bupati atau Wali kota memutuskan apakah tempat wisata akan dibuka atau tidak.
3. Keputusan membuka kembali tempat wisata harus melalui proses musyawarah dengan forum komunikasi pimpinan daerah yang melibatkan pengelola kawasan pariwisata alam, IDI di daerah, pakar epidemologi, pakar kesehatan masyarakat, pakar ekonomi kerakyatan, tokoh agama, tokoh budaya, tokoh masyarakat, pegiat konservasi dan dunia usaha khususnya pelaku industri pariwisata, serta DPRD melalui pendekatan kolaborasi pentahelix berbasis komunitas.
4. Pelaksanaan keputusan harus melalui tahapan pra-kondisi yakni edukasi, sosialisasi, dan simulasi sesuai dengan kondisi pariwisata alam dan karakteristik masyarakat di daerah masing-masing.
5. Pengelola kawasan pariwisata alam harus menyiapkan protokol kesehatan dan manajemen krisis hingga ke tingkat nasional di setiap kawasan.
6. Pengelola kawasan pariwisata alam harus melakukan monitoring dan evaluasi selama pra-kondisi dan fase implementasi protokol kesehatan.
7. Kapasitas tampung hanya 50 persen dari kapasitas normal.
“Saya juga mengingatkan agar para bupati dan walikota selalu melakukan konsultasi dengan para gubernur dan mengacu pada regulasi yang sudah dibuat oleh pemerintah pusat terkait kebijakan masyarakat menuju produktif dan aman Covid-19,” tutur Doni.
Jika selama wisata alam dibuka kembali ditemukan kasus Virus Corona atau ada pelanggaran protokol kesehatan, maka Satgas Kabupaten/Kota akan melakukan pengetatan, atau penutupan kembali.
Hal tersebut akan dilakukan seusai Satgas Kabupaten/Kota melakukan konsultasi dengan Satgas Provinsi, dan Satgas pusat.
Doni menuturkan kawasan-kawasan pariwisata alam tersebut, antara lain: Kawasan wisata bahari. Kawasan konservasi perairan Kawasan wisata petualangan Taman nasional Taman wisata alam Taman hutan raya Suaka margasatwa Geopark Pariwisata alam kawasan non-konservasi seperti kebun raya, kebun binatang, desa wisata, dan kawasan wisata alam yang dikelola oleh masyarakat.
"Kawasan wisata tersebut dapat dibuka secara bertahap sampai dengan batasan pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas normal," ujar Doni.
Doni menuturkan bahwa pembukaan kembali tempat wisata alam tergantung dari kesiapan setiap daerah, dan pengelola kawasan.
Senada dengan hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio dalam kesempatan yang sama menuturkan bahwa protokol kesehatan dapat dijadikan sebagai acuan bagi seluruh pegiat industri pariwisata dalam merencanakan pembukaan wisata alam.
Protokol kesehatan sektor parekraf disahkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Protokol kesehatan tersebut mencakup beberapa protokol standar yakni menjaga jarak dan mencuci tangan. Termasuk di kawasan wisata alam.
“Kesiapan pemerintah daerah, pelaku industri, maupun masyarakat masing-masing daerah, sangat penting dalam melaksanakan hal ini di samping tentunya kondisi Covid-19 di masing-masing daerah yang juga harus sudah kondusif,” tutur Wishnutama.
Wishnutama menuturkan, pariwisata merupakan sektor yang bergantung pada kepercayaan wisatawan domestik atau internasional dalam memberikan rasa aman, sehat, dan nyaman.
Menurutnya, industri pariwisata harus membangun kepercayaan tersebut agar pariwisata dapat bangkit kembali.
“Jangan sampai dalam pelaksanaannya nanti, malah terjadi peningkatan kasus baru. Memperbaiki protokol bisa dalam sehari dua hari saja, tapi mengembalikan rasa percaya itu butuh waktu yang cukup lama,” pungkas Wishnutama.(Kompas / Nabilla Ramadhian)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kawasan Wisata Alam Indonesia Boleh Buka, Ini Syaratnya...
Sumber: Kompas.com
Travel
Gibran dan Wishnutama Tinjau Lokananta, Segera Launching Jadi Tempat Menarik Berkaitan dengan Musik
Rabu, 22 Maret 2023
Terkini Nasional
Saling Bernostalgia, Para Pejabat, Politikus & Beberapa Menteri Penuhi Konser Dewa 19 di JIS
Senin, 6 Februari 2023
Olahraga
Jelang Piala Dunia U-20, Gibran Sodorkan Permintaan ke Wishnutama: Opening & Closing di Solo
Kamis, 26 Januari 2023
Olahraga
Teka-teki Pembukaan Piala Dunia U-20 2023, Akan Ditangani Wishnutama: Dipastikan Meriah!
Jumat, 20 Januari 2023
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.