Yandex

Metropolitan

Izinkan Ojek Online Angkut Penumpang, Anies Baswedan: Bisa Beroperasi dengan Protokol Kesehatan

Jumat, 5 Juni 2020 08:39 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan ojek online dan pangkalan akan beroperasi 100 persen pada 8 Juni 2020.

Ojek online (ojol) dan ojek pangkalan sudah bisa mengangkut penumpang, terhitung pada tanggal tersebut.

Ojek online dan ojek pangkalan sudah bisa mengangkut penumpang tapi tetap dengan memegang prinsip protokol kesehatan Covid-19.

"Kendaraan umum seperti ojek dan mobil itu bisa beroperasi dengan protokol (kesehatan)," kata Anies Baswedan dalam konferensi pers di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2020).

Berbeda dengan ojol, protokol kesehatan untuk sektor kendaraan umum diatur, diisi dengan maksimal 50 persen kapasitas, dan antrean penumpang di halte atau stasiun harus berjarak 1 meter.

Sementara untuk kendaraan pribadi, dapat diisi maksimal 50 persen dari kapasitas angkut.

Bagi penumpang dan pengemudi yang memiliki KTP dengan alamat sama (1 KK) dapat diisi 100 persen dari kapasitas.

Diketahui, Pemprov DKI hari ini memperpanjang PSBB yang dinamakan sebagai fase transisi.

PSBB ini dibarengi dengan pelonggaran pembatasan secara bertahap.

Keputusan itu menyusul angka reproduksi penularan virus (Rt) di DKI Jakarta selama tiga hari sejak tanggal 1 - 3 Juni, sudah berada di bawah angka 1, tepatnya 0,99.

Artinya kata dia, wabah Covid-19 sudah mulai terkendali.

Anies Perpanjang Masa PSBB Jakarta Tanpa Batasan Tanggal, Sejumlah Tempat Kegiatan Dilonggarkan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Jakarta.

Namun tanpa batasan tanggal.

PSBB kali ini dinamakan sebagai fase transisi, yang dibarengi dengan pelonggaran pembatasan secara bertahap dan beriringan.

"Menetapkan status di DKI Jakarta diperpanjang, dan menetapkan memulai transisi," kata kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2020).

"Statusnya tidak berubah, tetap PSBB tapi menuju transisi aman sehat dan produktif," kata Anies.

Keputusan itu menyusul angka reproduksi penularan virus (Rt) di DKI Jakarta selama tiga hari sejak tanggal 1 - 3 Juni, sudah berada di bawah angka 1, tepatnya 0,99.

Artinya kata dia, wabah Covid-19 sudah mulai terkendali.

"Sampai dengan hari kemarin angka Rt 0,99. Kalau angka 4, artinya satu orang menularkan 4 orang. Tapi kalau bila di bawah 1, maka tidak menularkan," ujar dia.

"Ketika Rt di bawah 1 maka wabah ini terkendali dan sudah menurun," katanya menambahkan.

Meski angka Rt di bawah 1, Pemprov DKI tidak mau berpatokan pada satu data penelitian saja.

Pemprov DKI juga memakai Indikator Pelonggaran Pembatasan Sosial yang disusun Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia dengan memperhatikan satu per satu variabel data milik Pemprov DKI.

Skor indikator untuk bisa memulai melakukan pelonggaran harus berada di atas 70.

Kemudian dari penelitian itu, didapatkan hasil epidemologi dengan skor 75, kesehatan publik 70, fasilitas kesehatan 100, dengan total skor 76.

Artinya pembatasan sosial sudah dapat mulai dilonggarkan secara bertahap.

"Total skor 76. Artinya pembatasan sosial dapat mulai dilonggarkan secara bertahap. Jadi kalau kita melihat ini maka Jakarta sudah bisa bergerak menuju fase pelonggaran," ungkap dia.

(Tribunnews / Danang Triatmojo)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Anies Baswedan Izinkan Ojek Online dan Ojek Pangkalan Angkut Penumpang Mulai 8 Juni 2020

Editor: Purwariyantoro
Video Production: Bhima Taragana
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved