Yandex

Mancanegara

Mulai Dibuka pada 15 Juni 2020, Turis Masuk ke Yunani Diizinkan Tanpa Tes Covid-19

Sabtu, 23 Mei 2020 20:35 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Yunani akan membuka kembali negaranya untuk para wisatawan pada 15 Juni 2020 mendatang.

Keputusan ini sejalan dengan tekanan yang dihadapi Eropa untuk membatalkan lockdown akibat virus corona demi mencegah keruntuhan ekonomi.

Dikutip Tribunnews dari CNN, Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis mengatakan, tidak semua turis bisa datang ke negaranya.

Ia menerangkan, hanya turis dari negara dengan tingkat infeksi virus tertentu yang dapat diterima dan diizinkan berwisata.

Mitsotakis mengonfirmasi sebagian besar penerbangan ke Yunani akan dilanjutkan pada 1 Juli 2020 mendatang.

Lebih jauh, tanggapan cepat dan keberhasilan Yunani dalam penanggulangan virus menjadi 'paspor' (jaminan) keselamatan, kredibilitas bagi pengunjung.

"Kami akan memenangkan pertarungan ekonomi seperti halnya kami memenangkan pertarungan kesehatan," papar Mitsotakis

Ia menegaskan dampak finansial yang dihadapi Yunani selama pandemi virus corona sangat besar.

Sementara itu, turis yang masuk ke Yunani akan diizinkan tanpa melewati tes Covid-19 atau dikarantina.

Menteri Pariwisata, Haris Theoharis mengatakan, para pejabat kesehatan akan melakukan tes spot apabila diperlukan.

Pemerintah mengatakan, kapasitas perawatan kesehatan Yunani akan ditingkatkan di lokasi wisata populer.

Pantai Dibuka Kembali

Lebih jauh, Kementerian Pariwisata Yunani mengatakan, tahun lalu lebih dari 33 juta wisatawan mengunjungi negara tersebut.

Karena Yunani telah melonggarkan lockdown yang berlangsung selama dua bulan, pantai dibuka kembali pada akhir pekan.

Sementara Acropolis di Athena dibuka untuk pengunjung pada Senin mendatang.

Selain Acropolis, lebih dari 200 situs arkeologi juga akan dibuka kembali.

Bar dan restoran juga diperkirakan akan beroperasi pada 25 Mei 2020 besok.

Pada hari yang sama, larangan bepergian ke pulau-pulau Yunani akan dicabut.

Update Covid-19 di Yunani

Meski virus corona tercatat pertama kali di Wuhan, China, tapi kini Amerika Serikat (AS) menjadi urutan pertama yang memiliki jumlah kasus infeksi terbanyak di dunia.

Menurut data dari Worldometers.info, total kasus virus corona di AS telah menembus angka 1.620.902 pasien.

Sebagai catatan, China yang merupakan pusat wabah virus corona pertama kali dideteksi, berada di posisi ke-13.

China mencatat enam kasus baru, sehingga total 82.971orang telah terinfeksi.

Setidaknya ada 210 negara atau kawasan yang terinfeksi virus corona, ditambah dua kasus dari kapal pesiar, yakni Diamond Princess dan MS Zaandam.

Adapun virus corona kini telah menjangkiti setidaknya 5.194.106 orang di dunia.

Warga yang dinyatakan sembuh sebanyak 2.080.923 pasien, sedangkan 334.616 orang dinyatakan meninggal dunia.

Yunani melaporkan 2.853 kasus infeksi yang dikonfirmasi.

Sedangkan jumlah kematian yang dilaporkan Yunani mencapai 168 jiwa.

Ada 1.374 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh oleh pemerintah Yunani. (Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Yunani akan Dibuka Kembali untuk Turis pada 15 Juni 2020

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: Tribunnews.com
Tags
   #Yunani   #virus corona   #Covid-19
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved